IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Sepanjang Agustus 2026, Tiga Katalis Ini Jadi Penopang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang melanjutkan penguatan sepanjang Agustus 2026. Optimisme tersebut didukung pola musiman yang menunjukkan IHSG selalu ditutup di zona hijau setiap Agustus sejak 2020, meski tahun ini dibayangi ketidakpastian terkait suksesi Gubernur Bank Indonesia (BI) dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan IHSG memasuki Agustus setelah membukukan kenaikan bulanan terbaik sepanjang 2026. Pada Juli, IHSG melonjak 10,28%, sehingga mampu memangkas sekitar sepertiga pelemahan yang terjadi sejak awal tahun.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Kembali Berkilau di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah
"Kenaikan itu berhasil memangkas sekitar sepertiga dari koreksi tajam yang terjadi sejak awal tahun. Namun, Agustus tahun ini memiliki faktor yang berbeda dibandingkan enam tahun terakhir, yakni posisi Gubernur Bank Indonesia yang masih kosong sejak 27 Juli," tulis Liza dalam risetnya, dikutip Senin (3/8/2026).
Menurut Liza, secara historis Agustus merupakan bulan yang positif bagi IHSG. Sejak 2020, indeks selalu mencatatkan kinerja positif pada Agustus dengan rata-rata kenaikan sebesar 2,83%. Bahkan pada Agustus 2025, IHSG menguat 4,63% yang kemudian menjadi awal rangkaian rekor penutupan tertinggi indeks.
Katalis IHSG
Kiwoom Sekuritas mengidentifikasi tiga faktor utama yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang Agustus. Pertama, pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang akan diajukan Presiden kepada DPR. Menurut Liza, apabila yang dipilih adalah Destry Damayanti, Muliaman D. Hadad, atau Aida S. Budiman, pasar kemungkinan akan menilai hal tersebut sebagai sinyal keberlanjutan kebijakan. Sebaliknya, apabila Thomas Djiwandono yang dipilih, pasar berpotensi mencermati lebih jauh aspek tata kelola dan independensi kebijakan.
Baca Juga
Rupiah Menguat di Awal Pekan ke Posisi Rp 17.978 per dolar AS.
Kedua, penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Investor diperkirakan akan mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi, target defisit anggaran, kebutuhan pembiayaan negara, hingga sinyal mengenai kepemimpinan baru Bank Indonesia.
Ketiga, rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau nonfarm Payrolls (NFP) pada 7 Agustus. Menurut Kiwoom, data tersebut akan menjadi perhatian utama pasar setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengurangi pemberian panduan arah kebijakan (forward guidance), sehingga pelaku pasar kini lebih bergantung pada data ekonomi untuk memperkirakan arah suku bunga AS.
IHSG Level 6.385
Secara teknikal, Kiwoom menilai IHSG masih bergerak dalam tren konsolidasi yang sehat menuju fase bullish sejak Juni. Selama mampu bertahan di atas area 6.050-6.000, indeks diperkirakan berpeluang menguji level 6.220, kemudian bergerak menuju area 6.285-6.385, sebelum melanjutkan kenaikan menuju target 7.000 pada akhir tahun.
Dari sisi sektoral, Kiwoom mengunggulkan saham-saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI sebagai emiten yang berpotensi diuntungkan apabila pasar merespons positif penunjukan Gubernur BI yang baru.
Baca Juga
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Sebut Jalan Menuju Kesepakatan Mulai Terbuka
Selain itu, saham berbasis logam seperti INCO dan ANTM dinilai menarik seiring peluang pelemahan dolar AS yang dapat menopang harga komoditas. Sementara itu, TLKM diperkirakan memperoleh sentimen positif dari penguatan koordinasi pemerintah melalui Danantara.
Liza menegaskan, selama kepemimpinan baru Bank Indonesia tetap mencerminkan kesinambungan kebijakan dan tidak ada kejutan hawkish dari data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat, IHSG diperkirakan mampu bertahan pada kisaran 6.050-6.450 serta menguji level 6.220 hingga 6.285-6.385.
Namun, Kiwoom mengingatkan bahwa penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Gubernur BI atau data NFP yang jauh lebih kuat dari perkiraan menjadi dua risiko utama yang berpotensi menggagalkan pola positif IHSG pada Agustus.
