IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, Tiga Saham Dipimpin MBMA Layak Dicermati
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/1/2026), berpeluang menguat terbatas dalam rentang 8.860-8.970. Tiga saham direkomendasikan beli MLPL, PGEO, dan MBMA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan ruang kenaikan indeks cenderung selektif, seiring pasar mencermati pelemahan rupiah di kisaran 16.800, eskalasi geopolitik global, serta pergerakan komoditas utama seperti emas dan minyak.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar juga menantikan rilis neraca perdagangan Tiongkok dan data retail sales AS yang berpotensi memengaruhi arah pasar global dalam jangka pendek.
Baca Juga
Bursa Saham Eropa Melemah, Ketegangan Geopolitik dan Isu The Fed Bayangi Pasar
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, seperti penurunan indeks Dow Jones 0,80%. Begitu juga dengan indeks S&P500 dan Nasdaq turun masing-masing 0,19% dan 0,10%.
Di tengah peluang kenaikan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MLPL dengan target harga Rp 162-172, PGEO dengan target harga Rp 1.300-1.335, dan MBMA dengan target harga Rp 805-850.
Kemarin, IHSG berhasil rebound lebih dari 63 poin (0,72%) menjadi 8.948 dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 1,98 triliun. Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu MSIN Rp 684,96 miliar, INCO senilai Rp 282,95 miliar, dan ASII mencapai Rp 229,37 miliar.
Baca Juga
Inflasi AS Desember Melandai, Trump Kembali Desak Pemangkasan Suku Bunga
Penguatan indeks ditopang saham nikel dengan sektor saham penopang utama, yaitu sektor material dasar 2,67%, sektor industry 2,12%, sektor property 1,77%, sektor keuangan 0,30%, dan sektor kesehatan 0,75%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, teknologi, dan transportasi.
Adapun saham yang catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SOLA naik 34,62% menjadi Rp 175, ASPR sebanyak 34,31% menjadi Rp 137, saham IFSH naik 25% menjadi Rp 2.100, SOTS melesat 24,84% menjadi Rp 4.020, INDS naik 24,72% menjadi Rp 444, dan SOHO naik 24,76% menjadi Rp 2.580. Kenaikan juga melanda saham NICK lebih dari 23,46% menjadi Rp 1.515.

