IHSG Berpeluang Naik Menuju 6.300, Tiga Saham Dipimpin PTRO Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/8/2026), diproyeksikan melanjutkan penguatan menuju 6.300-6.380 selama bertahan di atas support 6.180–6.200. Tiga saham PTRO, BRPT, dan UNVR direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan IHSG pekan ini akan mencermati kelanjutan musim laporan kinerja keuangan emiten semester I-2026, serta rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti PMI Manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, PDB Indonesia, hingga Non-Farm Payrolls (NFP) AS sebagai penentu ekspektasi kebijakan The Fed.
Baca Juga
Dow Futures Melonjak 200 Poin, Wall Street Tunggu Data Tenaga Kerja AS
“Secara historis, Agustus juga menjadi bulan yang positif bagi IHSG dengan probabilitas penguatan sekitar 90% dalam 10 tahun terakhir. Secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas support 6.180–6.200, dengan target menguji resistance 6.300–6.380. Momentum bullish masih terjaga, meski volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi lompatan Wall Street akhir pekan lalu, seperti Dow Jones menguat 0,53%. Kenaikan juga melanda S&P500 sebanyak 0,70% dan Nasdaq menguat 1%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PTRO dengan target harga Rp 4.910, BRPT dengan target harga Rp 1.870-2.020, dan UNVR dengan target harga Rp 1.785-1.810.
Baca Juga
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat 49,77 poin (0,80%) menjadi 6.236,13 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 250,53 miliar. Net sell terbanyak melanda saham MSIN senilai Rp 160,48 miliar, UNTR senilai Rp 106,42 miliar, dan BBCA senilai Rp 100,40 miliar.
Adapun kenaikan IHSG hari ini ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor material dasar 2,54%, kesehatan 2,23%, konsumer primer 1,95%, property 1,52%, industry 1,20%, energi 0,68%, dan infrastruktur Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor konsumer non primer.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, empat saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham IATA naik 33,33% menjadi Rp 76, SGRO naik 24,85% menjadi Rp 4.070, TALF menguat 24,56% menjadi Rp 710, FPNI menguat 24,54% menjadi Rp 406. Kenaikan juga melanda saham OPMS dan MLPT lebih dari 20%.
