Inocycle Technology (INOV) Berbalik Laba Jumbo di Semester I-2026, Intip Pendorong Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) berbalik mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 43,92 miliar pada semester I-2026, dibandingkan rugi bersih Rp 18,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
INOV dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2026), menyebutkan bawha kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan neto menjadi Rp 342,18 miliar pada semester I-2026, meningkat sekitar 20% dari Rp 285,21 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga
Laba Abadi Lestari (RLCO) Naik 13,36% di Semester I-2026, Meski Penjualan Tumbuh Tipis
Seiring peningkatan penjualan, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp 263,48 miliar dari Rp 259,20 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba bruto perseroan melonjak menjadi Rp 78,70 miliar, meningkat signifikan, dibandingkan Rp 26,01 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp 43,25 miliar dari Rp 45,71 miliar. INOV juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp 2,24 miliar, sedangkan beban lain-lain tercatat Rp 8,30 miliar. Hal ini mendorong laba usaha INOV meningkat menjadi Rp 29,38 miliar pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan rugi usaha Rp 20,46 miliar.
Baca Juga
Saham Bank Jago (ARTO) Melonjak 30% dalam Sebulan, Analis Nilai Ditopang Fundamental Kuat
INOV juga mencatat penurunan beban keuangan bersih sebesar Rp 20,46 miliar, dibandingkan Rp 23,22 miliar pada semester I-2025. Selain itu, bagian laba dari entitas asosiasi meningkat menjadi Rp 37,10 miliar dari Rp 15,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp 46,02 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak sebesar Rp 28,52 miliar pada semester I-2025. Perbaikan kinerja tersebut juga mendorong laba per saham dasar menjadi Rp 24,29, dibandingkan rugi per saham sebesar Rp 10,44 pada semester I-2025.
