Mulai Catatkan Laba, Inocycle Technology (INOV) Tambah Dua Lini Bisnis
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan daur ulang limbah plastik (PET), PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), berencana menggenjot penjualan melalui strategi diversifikasi bisnis. Perusahaan akan memperluas portofolio usahanya dengan menambah dua lini bisnis baru, yaitu produksi resin atau chips daur ulang, serta perakitan peralatan industri mesin tekstil.
Direktur Inocycle Technology Victor Choi menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk mendiversifikasi pendapatan INOV melalui perluasan portofolio bisnis perseroan.
Dengan adanya dua lini bisnis baru, dia mengatakan, INOV berharap dapat memperluas pangsa pasar sekaligus mencapai kestabilan bisnis perusahaan, melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki.
Baca Juga
Terbang 415,21%, Market Cap Raharja Energi (RATU) Pepet Induknya Rukun Raharja (RAJA)
Sekadar mengingatkan, kinerja keuangan INOV hingga kuartal III-2024 telah mencatatkan kenaikan 2,4% (yoy) menjadi Rp 475,5 miliar. Akhirnya, perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp 12,05 miliar, berbalik dari pencatatan rugi Rp 17,54 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, resin/chips daur ulang merupakan hasil proses penyempurnaan dari bottle flakes yang berasal dari pengolahan botol PET bekas. Proses produksi resin/chips ini melibatkan penggunaan mesin granulator dan pelletizer, yang berbeda dari proses pembuatan serat daur ulang.
Produk tersebut nantinya dijual langsung kepada pelanggan di berbagai sektor industri. Beberapa sektor industri yang menjadi target pemasaran resin/chips daur ulang, antara lain industri kemasan makanan dan minuman, pakaian berbahan polyester, boneka, kosmetika, farmasi, elektronik, pipa plastik, peralatan rumah tangga, serta otomotif.
“Kami sudah mengidentifikasikan beberapa peluang berdasarkan tren pergerakan di beberapa industri lain. Dengan langkah strategis ini, INOV optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar dan terus bertumbuh di berbagai sektor industri,” jelas Victor secara tertulis, Rabu (22/1/2025).
Baca Juga
Didenda Rp 202,5 Miliar oleh KPPU, Google Siap akan Ajukan Banding
Selain itu, INOV mulai merambah bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil. Di tengah kondisi tekstil & garmen yang penuh tantangan di Tanah Air, efisiensi dan daya saing menjadi kunci utama untuk bertahan.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri ini, INOV memanfaatkan keahliannya untuk merakit mesin tekstil yang sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan. Mesin-mesin ini dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi, serta menekan biaya produksi.
Saat ini, mayoritas pelanggan produk re-PSF INOV berasal dari industri tekstil dan garmen. Dengan inovasi di sektor mesin tekstil, INOV berharap dapat memenuhi kebutuhan industri yang semakin berkembang.
Grafik Saham INOV

