Laba Autopedia (ASLC) Turun 57,81% di Semester I-2026, Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membukukan laba bersih sebesar Rp8,9 miliar pada Semester I-2026, turun 57,81% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba berbanding terbalik dengan pendapatan yang melesat 31,9% menjadi Rp 589,9 miliar secara tahunan (year on year/yoy).
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari transaksi mobil bekas melalui Caroline.id. Segmen tersebut membukukan pendapatan Rp 493,4 miliar, tumbuh 57,4% dibandingkan Semester I 2025.
Presiden Direktur Autopedia Sukses (ASLC) Jany Candra mengatakan, kinerja Caroline.id menunjukkan posisi perseroan yang semakin kuat di industri otomotif. "Melalui kinerja Caroline.id tersebut, kami bisa membaca bahwa ASLC semakin menjadi automotive omnichannel marketplace utama di Indonesia," ujar Jany, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga
Laba Autopedia (ASLC) Turun 10,53% di 2025, Pendapatan Tembus Rp1 Triliun
Di sisi lain, penurunan pasokan kendaraan dari perusahaan pembiayaan memengaruhi kinerja JBA, anak usaha Perseroan yang bergerak di bisnis balai lelang kendaraan. Pada kuartal II 2026, volume lelang JBA tercatat 23,6 ribu unit atau turun tipis dari 23,9 ribu unit pada kuartal sebelumnya. Kondisi tersebut membuat JBA membukukan pendapatan sebesar Rp 98,4 miliar.
Sementara itu, anak usaha ASLC di bisnis gadai, Motogadai, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar. Guna merespons penurunan pasokan kendaraan lelang dari perusahaan pembiayaan, ASLC membentuk anak usaha baru yang bergerak di bidang lelang non-kendaraan, yaitu Autopedia Sukses (ASLI).
Baca Juga
Net Sell Rp 1,06 Triliun, Pemodal Asing Melepas Saham BUMN Ini
Menurut Jany, pembentukan anak usaha tersebut didukung oleh proses digitalisasi yang telah dijalankan di JBA. "Digitalisasi yang sudah solid telah memudahkan setiap orang yang berniat mengikuti lelang di JBA. Calon peserta tinggal mengunduh platform, lalu mendaftar dan mentransfer uang jaminan yang semuanya dilakukan secara online. Setelah itu peserta bisa langsung ikut lelang JBA melalui perangkat elektronik yang tersambung internet dari seluruh Indonesia," jelasnya.
Jany mengatakan bahwa kehadiran ASLI merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha. "Ini merupakan langkah strategis perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha ke bisnis lelang non-kendaraan," ujarnya.
Ke depan, ASLI akan bersinergi dengan ekosistem ASLC melalui pemanfaatan bersama infrastruktur, jaringan, basis pelanggan, serta kapabilitas operasional yang telah dimiliki Grup. Anak usaha baru tersebut akan mulai beroperasi penuh setelah seluruh perizinan dari instansi yang berwenang diperoleh.
