BEI Minta Investor Tak Panik Sikapi Pengunduran Diri Perry Warjiyo
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor agar tetap tenang menyikapi pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. BEI menilai dinamika tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan karena pasar telah beberapa kali menghadapi tantangan yang lebih besar.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan dirinya tidak berada pada posisi untuk mengomentari keputusan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.
"Kalau saya pribadi tidak dalam posisi berkomentar. Jadi, memang kebijakan di BI dari kami pun saya tidak berkomentar apa-apa. Saya yakin ini yang terbaik untuk Pak Perry dan juga Bank Indonesia. Mudah-mudahan ke depan BI akan lebih maju," kata Irvan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga
Belajar dari Tiongkok, Boy Thohir Dorong Akademisi UI Jadi Profesor Entrepreneur
Meski demikian, Irvan mengingatkan investor agar tidak panik menghadapi perkembangan tersebut. Menurutnya, sepanjang tahun ini pasar telah menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Jangan panik. Ini bagian dari dinamika ekonomi, sosial, dan politik. Tahun ini memang sangat berat untuk Indonesia, bukan hanya pasar modal, tetapi juga perekonomian dan pemerintah. Ada perang, isu MSCI, Moody's, dan berbagai tantangan lainnya," ujar Irvan.
Ia menilai kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih tetap terjaga. Hal tersebut, menurutnya, terlihat dari hasil pertemuan BEI dengan berbagai investor dan pelaku pasar, termasuk investor asing.
Baca Juga
Laba Bank Tata Asia Melonjak 138%, Aset Tembus Rp 902,6 Miliar hingga Juni 2026
"Saya lihat investor masih sangat confidence dengan market kita. Banyak pihak di luar negeri juga masih meyakini bahwa pasar Indonesia tetap menarik. Tinggal masalah waktu saja," katanya.
Irvan juga menilai investor ritel Indonesia kini semakin matang dalam mengambil keputusan investasi karena lebih aktif mencari informasi dan lebih berhati-hati sebelum bertransaksi.
"Jadi tetap percaya bahwa pasar Indonesia masih salah satu yang terbaik di kawasan, dan insyaAllah kita akan rebound serta terus maju di tahun-tahun mendatang," tegasnya.
Baca Juga
Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah, Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan surat pengunduran diri tersebut telah diterima Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026).
"Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," kata Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Gedung BI, Senin (27/7/2026).
