BEI Rombak Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80, Berikut Daftar Saham Baru Masuk
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak daftar konstituen Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. Sejumlah saham baru dimasukkan dan beberapa saham dikeluarkan dari daftar tersebut.
Pada Indeks LQ45 dilakukan perombakan tiga saham, yaitu tiga saham baru masuk terdiri atas PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL) dan PT Indika Energy Tbk (INDY). Sebaliknya dikeluarkan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Baca Juga
Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow dan S&P 500 Menguat di Tengah Penurunan Harga Minyak
Begitu juga dengan daftar saham IDX80 dengan memasukkan tiga saham baru, yaitu saham PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT PP London Sumatera Tbk (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL). Sebaliknya tiga saham yang dikeluarkan adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido MUncul Tbk (SIDO).
Pada daftar IDX30 dilakukan penambahan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Sebaliknya saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dikeluarkan dari daftar saham tersebut. Selain itu, BEI menambah bobot sejumlah saham dalam daftar Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80.
Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7/2026), berpeluang bergerak dalam rentang 6.268-2.137 dengan peluang rebound. Tiga saham BUKA, KOTA, dan PGEO direkomemendasikan beli.
Baca Juga
Mirae Asset: Saham Telekomunikasi Masih Murah, EXCL Jadi Top Pick dengan Target Rp 4.300
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pasar akan berfokus pada hasil FOMC The Fed, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga. Namun, pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan ke depan, mengingat ekspektasi kenaikan suku bunga masih terbuka di tengah risiko inflasi akibat tingginya harga energi.
“Secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami technical rebound selama bertahan di atas support 6.137, dengan target menguji resistance 6.268. Momentum jangka pendek masih cenderung positif meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang hasil FOMC,” tulisnya.
