Laba Bersih MIDI Naik 24,44% di Semester I-2026, Pendapatan Tembus Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membukukan pertumbuhan laba bersih yang solid pada semester I-2026. Perseroan mencatat laba periode berjalan sebesar Rp 485,97 miliar, meningkat 24,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 390,52 miliar. Kenaikan tersebut mendorong laba per saham dasar MIDI meningkat dari Rp 11,68 menjadi Rp 14,53 per saham.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 Juni 2026, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan laba usaha. Pendapatan neto MIDI tercatat sebesar Rp 11,25 triliun pada semester I-2026, naik 8,45% dari Rp10,37 triliun pada semester I-2025.
Baca Juga
Laba Midi Utama (MIDI) Melesat 45% di 2025, Ini Penopang Utamanya
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp8,35 triliun dari Rp 7,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba bruto tetap tumbuh menjadi Rp2,90 triliun dari Rp2,63 triliun atau meningkat sekitar 10,10%.
Di tingkat operasional, laba usaha perseroan mencapai Rp623,36 miliar, meningkat 22,42% dibandingkan Rp509,18 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan naik menjadi Rp613,19 miliar dari Rp448,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Saham BTPN Syariah (BTPS) Direkomendasikan Beli Dua Sekuritas Ini, Faktor Ini Diungkap
Adapun laba sebelum pajak penghasilan badan tercatat sebesar Rp606,33 miliar, meningkat dari Rp442,79 miliar pada semester I-2025. Kinerja positif tersebut dicapai meskipun beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp2,17 triliun dari Rp2,01 triliun. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp215,61 miliar dari Rp220,94 miliar, sementara penghasilan lainnya tercatat sebesar Rp108,32 miliar dibandingkan Rp105,27 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, biaya keuangan turun menjadi Rp22,32 miliar dari Rp119,20 miliar pada semester I-2025. Perseroan juga membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp12,15 miliar, meningkat dari Rp5,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
