Pangkas Utang Bank Rp 1,3 Triliun, Laba Alfa Midi (MIDI) Melambung 26,26%
JAKARTA, investortrust.id – Emiten ritel, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau yang dikenal dengan Alfa Midi mengantongi laba bersih Rp 390,26 miliar di kuartal III-2023, tumbuh 26,35% secara year on year (yoy) dari Rp 308,86 miliar pada periode yang sama tahun 2022.
Pertumbuhan laba bersih sejalan dengan kinerja pendapatan yang tercatat tumbuh sebesar 11,82% yoy menjadi Rp 12,92 triliun dari Rp 11,56 triliun periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 9,56 triliun dari Rp 8,62 triliun. Alhasil laba kotor yang dicatatkan mencapai Rp 3,36 triliun, naik dibanding Rp 2,94 triliun pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Paramita Bangun (PBSA) Tebar Dividen Interim Rp 120 Miliar, Simak Ketentuannya
Laba usaha tercatat naik menjadi 572,38 miliar dibanding posisi September 2022 yang tercatat Rp 489,16 miliar. Setelah ditambah pendapatan keuangan sebesar Rp 4,34 miliar dan dikurangi biaya keuangan sebesar Rp 87,56 miliar, maka Perseroan merangkum EBITDA atau laba sebelum pajak Rp Rp 481 miliar per September 2023.
Adapun jumlah laba per saham tercatat naik menjadi Rp 13,8 per September 2023 dari Rp 10,71 per September 2022.
Dari sisi neraca, MIDI tercatat memeiliki total aset Rp 7,39 triliun per September 2023, naik dari Rp 6,90 triliun pada 31 Desember 2023.
Baca Juga
Pembiayaan Tumbuh 81% Tapi Bank Aladin (BANK) Masih Rugi Rp 145,74 Miliar
Kenaikan juga tampak pada posisi ekuitas menjadi Rp 3,75 triliun dari Rp 1,99 triliun per Desember 2022. Total liabilitas atau kewajiban Perseroan tercatat turun menjadi Rp 3,64 triliun dari Rp 4,9 triliun yang tercatat 6 bulan sebelumnya.
Presiden Direktur MIDI, Rullyanto mengatakan, penurunan liabilitas sebesar 1,27 triliun atau setara dengan 25,94% dari liabilitas sebelumnya terjadi karena penurunan utang jangka pendek dan jangka panjang Perseroan sebesar 1,39 triliun.
“Adapun sumber pendanaan untuk modal kerja, pengambangan gerai dan Gudang ke depannya akan menggunakan kas internal dan juga dari dana ringht issue. Pengurangan pinjaman akan mengurangi bunga pinjaman ke depannya,” pungkas Rully. Perseroan tercatat memiliki kas dan setara kas Rp 326,16 miliar per September 2023.

