Target Jualan 420 Ribu Ton Tersendat, Saham Alfa Energi (FIRE) Malah Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Emiten tambang batu bara PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) mencatat produksi batu bara sebesar 163 ribu ton per September 2023. Manajemen FIRE memperkirakan produksi batu bara akan mencapai 280 ribu ton di akhir 2023.
Direktur FIRE, Teguh Budi Santoso mengatakan, pihaknya optimistis produksi bulanan pada Oktober, November dan Desember minimal sebesar 40 ribu ton, sehingga target 280 ribu ton akan tercapai.
Rencana kerja FIRE disampaikan manajemen dalam paparan publik insidentil yang digelar pekan ini secara daring. Acara tersebut merupakan permintaan Bursa Efek Indonesia seiring kenaikan harga saham Perseroan dari Rp 70 menjadi Rp 199 per saham.
Baca Juga
Dalam Dua Pekan, Market Cap Barito Renewables (BREN) Bertambah Rp 435 Triliun
BEI sempat melakukan suspensi atas saham FIRE pada 16 Oktober 2023. Suspensi dibuka pada 17 September 2023.
Kembali pada kinerja operasional, Manajemen FIRE menyampaikan, untuk target penjualan pihaknya pesimistis mencapai 420 ribu ton sebagaimana ditargetkan sebelumnya. Disebabkan tidak perform-nya beberapa supplier.
Terkait supplier nakal itu, FIRE mengaku akan menempuh jalur hukum dengan tetap mengedepankan aspek keterbukaan dan legalitas yang berlaku.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Meroket, Rekor Harga Tertinggi Pecah Lagi
Untuk mengoptimalkan penjualan, FIRE mengaku akan tetap me-maintenance supplier-supplier yang ada, untuk melakukan distribusi ke buyer-buyer Perseroan di India, China, Filipina dan Vietnam. “Kami belum memperluas ke pasar baru, karena kami memaintain buyer-buyer lama kami di negara-negara tersebut,” paparnya.
Terkait harga penjualan, FIRE memperkirakan harga batu bara cenderung meningkat sampai akhir tahun ini, seiring kenaikan harga minyak dunia.
Kendati begitu Perseroan menyebut terdapat kenaikan tarif transshipment di Muara Berau yang bisa mempengaruhi margin Perseroan. “Kenaikan tarif angkut akan membuat cost Perseroan menjadi naik,” ujarnya.
Sebagai catatan, FIRE mengandalkan produksi batu bara dari lokasi tambang anak usaha PT Alfara Delta Persada, dengan luas area 2.089 hektare, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Sementara anak usaha lainnya PT Berkat Bara Jaya (BBJ) sedang berusaha mengembalikan izin usaha pertambangan (IUP) setelah dicabut oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal pada Maret 2022.
“Saat ini kami sedang memaksimalkan proses kasasi di Mahkamah Agung guna mendapatkan IUP BBJ kembali dan untuk rencana akuisisi tambang-tambang baru belum ada, tetapi jika dikemudian hari ada rencana maka akan kami informasikan lebih lanjut,” papar Manajemen FIRE.

