Mirae Asset Revisi Naik Target Harga Saham Midi Utama (MIDI), Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Indonesia merevisi naik target harga saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dari semula Rp 466 menjadi Rp 560 dengan rekomendasi dipertahan beli. Revisi ini mempertimbangkan proyeksi laba per saham (earnings per share/EPS) 2025 melesat sebanyak 38,9%.
Mirae Asset Indonesia menyebutkan bahwa peluang lompatan laba per saham (earnings per share/EPS) 2025 tersebut didukung divestasi Lawson. Berlanjutnya ekspansi gerai toko baru di luar Jawa bersamaan dengan efisiensi operasional.
Baca Juga
Kondisi Bisnis Menantang, Astra International (ASII) Siapkan Penyesuaian Capex
Mirae Asset dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, memaparkan, peluang pertumbuhan pesat EPS ini telah terlihat dari kenaikan laba bersih kuartal II-2025 sebanyak 48,4% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 247 miliar, sehingga total laba bersih semester I mencapai Rp 437 miliar atau tumbuh 34,5%. Capaian tersebut berada di atas ekspektasi analis, meski pendapatan kuartalan turun 12,3% menjadi Rp 4,85 triliun akibat pergeseran musim Lebaran.
“Pertumbuhan MIDI juga ditopang ekspansi di luar Jawa,” tulis Analis Mirae Asset Sekuritas, Abyan Yuntoharjo dalam riset dikutip Rabu, (27/8/2025).
Sepanjang kuartal II-2025, pendapatan turun tipis 2,9% yoy menjadi Rp 4,8 triliun, namun secara kumulatif semester I meningkat 6% yoy ke Rp 10,4 triliun. Sementara penjualan makanan segar naik 30,3%yoy, sementara kategori non-food tumbuh 15,9%.
Baca Juga
Kemenko Pangan Bakal Pastikan ID FOOD Serap Gula Petani Senilai Rp1,5 triliun
“Wilayah luar Jawa mencatatkan pertumbuhan penjualan 21,8%, mengimbangi pelemahan di Jabodetabek serta divestasi gerai Lawson,” jelas dia.
Dari sisi profitabilitas, margin kotor kuartal II turun menjadi 24,4% akibat hilangnya kontribusi Lawson yang sebelumnya lebih tinggi. Namun margin operasional membaik, seiring penurunan total biaya dari 21,7% menjadi 21,5% terhadap penjualan.
Dengan demikian, Mirae Asset menaikkan target harga saham MIDI menjadi Rp 550 dari sebelumnya Rp 466 dengan rekomendasi beli. “Kendati demikian, sejumlah risiko tetap membayangi, antara lain pertumbuhan penjualan same store sales growth (SSSG) yang lebih rendah dari perkiraan, daya beli masyarakat yang masih lemah, serta potensi perlambatan ekonomi,” tutur Abyan.

