Token Shiba Inu Melonjak 22,7% Sepekan, Permintaan dari Korea Selatan Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga token meme Shiba Inu (SHIB) melonjak. Menilik data Coinmarketcapnews, Senin (27/6/2026) pukul 10.00 WIB token bergambar anjing itu naik sekitar 22,7% dalam sepekan. Namun dalam sehari mengalami penurunan 3,2%.
Kenaikan tersebut mendorong harga SHIB ke kisaran US$0,0000051 dan menambah sekitar US$1 miliar pada kapitalisasi pasarnya hanya dalam satu hari. Dengan lonjakan itu, kapitalisasi pasar SHIB kini mendekati US$3 miliar, sementara volume perdagangan hariannya mencapai hampir US$380 juta, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Melansir Coindesk, Senin (27/7/2026) reli SHIB terjadi di tengah minimnya perkembangan dari Shibarium, jaringan layer-2 milik proyek tersebut. Selain itu, token-token meme lain juga tidak mencatatkan penguatan sebesar SHIB. Dogecoin (DOGE) hanya naik sekitar 6% dalam periode yang sama, sedangkan sejumlah token meme berkapitalisasi kecil menguat hingga sekitar 10%.
Baca Juga
Di Tengah Pemilu AS, Meme Coin Shiba Inu Diprediksi Bull Run
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan SHIB lebih dipengaruhi oleh faktor spesifik terhadap token tersebut dibandingkan sentimen positif secara umum di sektor memecoin.
Aktivitas perdagangan dari Korea Selatan menjadi salah satu sorotan dalam reli tersebut. Pasangan perdagangan SHIB/KRW di bursa Upbit mencatat volume sekitar US$62 juta, menjadikannya pasar tunggal terbesar untuk SHIB atau lebih dari 10% dari total volume perdagangan global.
Harga SHIB di Upbit juga diperdagangkan dengan premi tipis dibandingkan bursa global seperti Binance, mengindikasikan tingginya permintaan dari investor ritel Korea Selatan yang selama ini dikenal aktif mendorong pergerakan aset kripto berisiko tinggi.
Di sisi lain, lonjakan harga turut memicu gelombang likuidasi terhadap posisi short. Data perdagangan menunjukkan sekitar US$6 juta posisi SHIB dan kontrak 1000SHIB dilikuidasi yang melibatkan sekitar 2.300 trader. Dari jumlah tersebut, sekitar US$5 juta berasal dari posisi short.
Baca Juga
Meski demikian, nilai likuidasi tersebut dinilai tidak cukup besar untuk menjadi penyebab utama reli harga, melainkan lebih merupakan dampak dari kenaikan yang telah berlangsung sebelumnya.
Shiba Inu diluncurkan pada Agustus 2020 oleh pengembang anonim dengan nama samaran Ryoshi sebagai token berbasis Ethereum yang dipromosikan sebagai "Dogecoin killer".
Sejak saat itu proyek tersebut mengembangkan ekosistemnya melalui peluncuran Shibarium dan sejumlah token pendukung. Namun, harga SHIB hingga kini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada 2021 dan pergerakannya masih didominasi oleh sentimen investor ritel.
