Inflasi AS Melandai, INDODAX: Sentimen Positif bagi Bitcoin dan Ethereum
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan inflasi Amerika Serikat (AS) pada Juni 2026 dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih stabil, pelaku pasar mulai meningkatkan perhatian terhadap dua aset kripto terbesar tersebut.
Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, inflasi tahunan (Consumer Price Index/CPI) turun menjadi 3,5% pada Juni 2026 dari 4,2% pada Mei 2026. Secara bulanan, CPI tercatat turun 0,4%, lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 0,2%. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak April 2020, terutama didorong oleh melemahnya harga energi.
Seiring rilis data tersebut, menilik Coinmarketcap, Jumat (17/7/2026) pukul 16.28 WIB harga Bitcoin bergerak di kisaran US$ 62.890, sementara Ethereum diperdagangkan di sekitar level US$ 1.830 per koin.
Baca Juga
Pasar Kripto Mulai Pulih? Bitcoin Rebound dan Investor Kembali Optimistis
CEO INDODAX William Sutanto mengatakan, data inflasi menjadi salah satu indikator ekonomi yang diperhatikan investor karena memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS.
"Data inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi yang diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter. Wajar apabila rilis data tersebut turut direspons oleh berbagai kelas aset, termasuk kripto. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu indikator ekonomi," ujar William dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga
Menurut William, perhatian investor terhadap Ethereum juga meningkat menjelang peringatan ETH Genesis Day pada 30 Juli, yang menandai peluncuran jaringan Ethereum pada 2015. Momentum tersebut dinilai menjadi pengingat atas perkembangan ekosistem Ethereum yang kini menjadi fondasi berbagai inovasi blockchain.
"Saat ini Ethereum memasuki periode yang secara historis meningkatkan perhatian komunitas global terhadap perkembangan ekosistemnya. ETH Genesis Day menjadi momen untuk melihat bagaimana ekosistem tersebut terus berkembang sebagai fondasi berbagai inovasi blockchain, mulai dari smart contract, Decentralized Finance (DeFi), hingga tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA)," jelasnya.
Meski demikian, William mengingatkan bahwa prospek aset kripto masih dipengaruhi berbagai faktor global, termasuk arah kebijakan moneter AS dan dinamika geopolitik. Karena itu, investor diimbau tetap mengedepankan pengelolaan risiko dan tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan sentimen jangka pendek.
Ia menambahkan, INDODAX terus mendorong peningkatan literasi aset kripto melalui edukasi mengenai strategi investasi jangka panjang, termasuk Dollar Cost Averaging (DCA) dan pentingnya menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) sebelum berinvestasi.
