Dana Jaminan KPEI Meningkat, Tembus Rp 7,74 Triliun di Akhir 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mengelola dana jaminan pasar modal sebesar Rp 7,74 triliun per akhir tahun 2023, mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang senilai Rp 7,01 triliun.
Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Iding Pardi, mengatakan, pihaknya juga mempertebal nilai cadangan jaminan dengan menyisihkan 5% laba bersih KPEI tahun buku 2023 yang tercatat Rp 12,7 miliar.
‘’Langkah ini kami lakukan berdasarkan persetujuan RUPS Tahunan pada 29 Mei 2023 lalu,’’ ulasnya dikutip dari materi presentasi penutupan perdagangan pasar saham 2023, Senin (1/1/2023).
Sehingga kata dia, total nilai cadangan jaminan yang dikelola oleh KPEI pada akhir Desember 2023 mengalami kenaikan menjadi Rp 194,14 miliar. ‘’KPEI secara efektif telah menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengelola risiko atas setiap transaksi dan proses penyelesaian transaksi,’’ imbuh Iding.
Baca Juga
Tidak Patok Target, BEI Optimistis Supply Bursa Karbon 2024 akan Meningkat
Adapun total nilai agunan milik Anggota Kliring (AK) serta nasabahnya, yang dikelola KSEI tercatat Rp 32,26 triliun per Desember 2023, terdiri dari agunan online sebesar Rp 24,45 triliun dan agunan offline sebesar Rp 7,82 triliun. Dana agunan ini ditujukan untuk mengantisipasi kegagalan penyelesaian transaksi bursa dan mengelola risiko kredit di pasar modal.
Lebih lanjut, sebagai salah satu infrastruktur di pasar modal Indonesia, KPEI senantiasa mendukung pengembangan pasar modal dengan melaksanakan berbagai inisiatif dan pencapaian. Salah satunya meningkatkan performa sistem risk management versi terbaru platform aplikasi informasi layanan dan data operasional (m-CLEARS) KPEI.
Dari sisi operasional kliring transaksi bursa yang dicatatkan KPEI sampai dengan 20 Desember 2023, terdiri dari Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) transaksi bursa Rp 10,78 triliun dengan rata-rata harian nilai penyelesaian sebesar Rp 4,07 triliun, dan mencatatkan rata rata efisiensi nilai penyelesaian sebesar 55,17%.
Baca Juga
Investor Asing Hanya 0,31%, KSEI Minta Pemerintah Turun Tangan
Rata rata harian volume penyelesaian transaksi bursa di tahun 2023 tercatat sebesar 7,30 miliar lembar saham dengan rata rata harian efisiensi penyelesaian sebesar 61,48%.
Sedangkan nilai transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME) sampai dengan 20 Desember 2022 sebesar Rp 73,02 miliar dengan volume sebesar 22,15 juta lembar saham.
Rencana Strategis
Memasuki tahun 2024, Iding menjelaskan, KPEI telah menyusun beberapa program utama, di antaranya program untuk mendukung kegiatan transaksi bursa, seperti pengembangan penyelesaian transaksi derivatif menggunakan Sub Rekening Efek (SRE) KSEI, pengembangan modul repo, pengembangan sistem kliring dan sistem risk management derivatif keuangan.
KPEI juga memiliki strategi untuk pengembangan produk yang dimiliki seperti pengembangan sistem e-IPO untuk efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), implementasi dan penyempurnaan kliring CCP OTC derivative, dan Pengembangan Sistem Collateral Management.
Dari sisi Human Capital, KPEI kata Iding, berkomitmen untuk meningkatkan kapasitasnya dalam rangka mendukung operasional (operational excellence) dan pengembangan perusahaan.
‘’Kami juga akan konsisten melaksanakan penyempurnaan infrastruktur, perangkat, dan teknologi informasi untuk mendukung peningkatan kapasitas transaksi dan transparansi,’’ pungkas dia.

