Faktor Ini Membuat Standard Chartered Pertahankan Target Harga Bitcoin US$ 100.000 pada Akhir 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Standard Chartered mempertahankan proyeksi harga Bitcoin (BTC) mencapai US$ 100.000 pada akhir 2026, meski pasar kripto masih dibayangi volatilitas dan aksi penjualan Bitcoin oleh perusahaan Strategy (sebelumnya MicroStrategy). Adapun pada perdagangan Minggu pagi waktu Asia, BTC ada di kisaran US$ 63.900.
Dalam laporan terbarunya, bank asal Inggris tersebut menegaskan tidak mengubah target harga yang telah disampaikan sebelumnya. Keputusan mempertahankan proyeksi itu mencerminkan pandangan bahwa fundamental pasar Bitcoin dinilai masih sejalan dengan tesis investasi jangka panjang, meski sentimen pasar sempat tertekan akibat aksi korporasi sejumlah pemegang aset kripto besar.
Standard Chartered juga menilai penjualan Bitcoin yang dilakukan Strategy lebih merupakan bagian dari pengelolaan modal perusahaan dibandingkan sinyal negatif terhadap prospek Bitcoin.
Strategy diketahui menjual 3.588 BTC untuk mendanai pembayaran dividen instrumen kredit digital. Meski demikian, perusahaan masih menguasai sekitar 843.775 BTC, sehingga penjualan tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari total kepemilikannya.
Baca Juga
Support US$ 61.000 Jadi Penentu Arah Bitcoin, Analis Bidik Level US$ 70.000
Menurut Standard Chartered, dilansir dari Coincu, Minggu (12/7/2026) pasar cenderung bereaksi berlebihan terhadap aksi tersebut. Bank menilai keputusan Strategy tidak mengubah prospek jangka panjang Bitcoin maupun target harga yang telah ditetapkan.
Target US$ 100.000 dinilai menjadi salah satu level psikologis penting bagi pasar aset kripto. Proyeksi dari lembaga keuangan global seperti Standard Chartered juga kerap menjadi acuan bagi investor institusi dalam menilai prospek Bitcoin di tengah meningkatnya adopsi aset digital.
Baca Juga
Gejolak Timur Tengah Tekan Bitcoin, Likuidasi Kripto Tembus US$ 372 Juta
Meski demikian, pencapaian target tersebut masih bergantung pada sejumlah faktor, antara lain perkembangan regulasi aset kripto di berbagai negara, kondisi makroekonomi global, arah suku bunga, likuiditas pasar, serta besarnya arus investasi institusional ke Bitcoin selama paruh kedua 2026.
Dengan mempertahankan proyeksi tersebut, Standard Chartered menunjukkan keyakinan bahwa kondisi pasar saat ini belum mengubah pandangan jangka panjangnya terhadap Bitcoin, meski volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan harga hingga akhir tahun.
