Standard Chartered Sebut Tekanan Jual Bitcoin Berakhir, Reli Bisa Terjadi Akhir 2025?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Meski Bitcoin sempat jatuh ke level US$ 88.500 pada Kamis (20/11/2025) dini hari, namun Standard Chartered menilai fase pelemahan tersebut telah mencapai titik akhir. Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered Geoffrey Kendrick menyampaikan bahwa pola pergerakan harga menunjukkan aksi jual sudah selesai dan ruang reli mulai terbuka.
Dalam catatan risetnya, Kendrick menyebut penurunan terbaru ini merupakan “yang ketiga dalam beberapa tahun terakhir dengan besaran hampir identik.” Ia memaparkan grafik tiga periode volatilitas serupa, yang masing-masing diikuti reli setelah Bitcoin mencapai titik terendah.
Kendrick juga menyoroti metrik pasar lain, termasuk penurunan market net asset value (mNAV) MicroStrategy (MSTR), perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar. Premium valuasi MSTR terhadap nilai simpanan Bitcoin-nya disebut hampir hilang, dengan mNAV saat ini berada di level 1,0.
Baca Juga
'Flash Crash' Masih Berimbas, Bitcoin Sulit Bangkit dari Tekanan Jual?
“Banyak indikator telah turun ke level nol absolut,” ujarnya dilansir dari Bitcoin.com, Kamis (20/11/2025).
Berdasarkan pola historis dan indikator pasar tersebut, Standard Chartered memperkirakan Bitcoin akan kembali menguat menjelang akhir 2025. “Ini sinyal bahwa aksi jual telah berakhir dan membantah anggapan bahwa siklus halving masih dominan. Reli akhir tahun adalah asumsi dasar saya,” tulis Kendrick.
Baca Juga
Menilik data Coinmarketcap, Kamis (20/4/2025) pukul 10.40 WIB, harga Bitcoin ada di level US$92.374, naik 0,43% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran US$ 1,84 triliun, juga naik 0,43% dalam 24 jam. Meski harga rebound, aktivitas pasar justru melemah, terlihat dari volume perdagangan 24 jam yang turun 9,35% menjadi US$ 81,8 miliar.
Adapun dari sisi suplai, total Bitcoin yang beredar mencapai 19,95 juta BTC dari batas maksimum 21 juta BTC, menjadikan tekanan suplai semakin ketat di tengah permintaan institusional yang terus meningkat.

