IHSG Diprediksi Lanjut Rebound Menuju 6.000, Tiga saham Dipimpin BUVA Layak Dibeli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026),diproyeksikan lanjtukan penguatan dengan rentang pergerakan 5.805-6.000. Tiga saham BUVA, ANTM, dan BUMI direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan pasar akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dan Rupiah, serta FOMC Minutes yang mengindikasikan suku bunga AS berpotensi bertahan tinggi lebih lama (higher for longer). Kondisi tersebut dapat memengaruhi arus dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok 2%, Mediasi Qatar-Pakistan Cegah Perang Terbuka AS-Iran
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung terbatas dengan support 5.805 dan resistance psikologis 6.000. Penembusan level 6.000 akan menjadi konfirmasi awal bagi berlanjutnya momentum penguatan,” tulisnya.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi kenaikan pasar saham Wall Street semalam. Dow Jones menguat 0,27%, S&P500 naik 0,81% dan Nasdaq melesat 1,30%. Kenaikan juga ditopang penguatan harga komiditas logam.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BUVA dengan target harga Rp 875-895, ANTM dengan target harga Rp 2.920-3.080, dan BUMI dengan target harga Rp 145-148.
Baca Juga
Hentikan Kejutan Maroko, Prancis Tim Pertama ke Semifinal Piala Dunia 2026
Kemarin, IHSG ditutup naik sebanyak 39,07 poin (0,67%) menjadi 5.912, meski demikina investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 259,36 miliar. Sebaliknya pembelian bersih (net buy) justru melanda MBMA senilai Rp 257,30 miliar, BMRI mencapai Rp 87,46 miliar, dan BBCA sebanyak Rp 47,11 miliar.
Kenaikan indeks ditopang penguatan mayoritas sektor saham, yaitu sektor material dasar naik 2,10%, sektor industry 1,32%, energi 0,83%, keuangan 0,82%, konsumer primer 0,72%, dan transportasi 1,03%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, property, dan infrastruktur.
Kenaikan ini juga diikuti dengan lompatan harga beberapa saham, yaitu saham pendatang baru PRDL melesat 35% menjadi Rp 162 dan JELI naik 24,91% menjadi Rp 1.755. Kenaikan pesat juga melanda saham MMIX sebanyak 23,62% menjadi Rp 785, JAST naik 19,48% menjadi Rp 92, dan ARTO menguat 17,73% menjadi Rp 1.195.
