Debut Cemerlang, Saham Proline (PRDL) Melonjak 35% hingga ARA pada Hari Pertama Perdagangan
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dibuka langsung menyentuh batas auto reject Atas (ARA) pada listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7/2026). Saham PRDL melesat 35% ke level Rp162 per saham.
Dalam penawaran umum perdana, PRDL melepas 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga pelaksanaan Rp 120, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp62,75 miliar.
Baca Juga
Direktur Utama PRDL Cristina Sandjaja mengatakan, perseroan merupakan pionir produsen reagen kimia dengan pengalaman produksi selama 14 tahun sejak Agustus 2012. Saat ini, PRDL memiliki lebih dari 1.083 SKU produk aktif yang menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota serta telah digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan di Indonesia.
"Jaringan tersebut mencakup sekitar 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta puluhan institusi kesehatan lainnya. Lini produk utama PRDL juga memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70% sehingga memperkuat daya saing produk Perseroan di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan nasional dan dominasi produk asing," ujar Cristina dalam sambutannya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut Cristina, dengan fundamental bisnis yang terus bertumbuh dan prospek industri alat kesehatan yang masih terbuka lebar, perseroan optimistis dapat memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, serta memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional.
Baca Juga
Target HargaSaham Dan Kinerja Keuangan Merdeka Coppr (MDKA) Direvisi Naik, Ini Penopangnya
"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional," kata Cristina.
Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 PRDL membukukan pendapatan sebesar Rp74,4 miliar, meningkat 27% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih naik 70,7% menjadi Rp16,9 miliar, sedangkan EBITDA tumbuh 66,9% menjadi Rp29,2 miliar, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan efisiensi operasional.
Berdasarkan prospektus yang mengacu pada laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, dengan harga IPO Rp120 per saham, PRDL menawarkan price to earnings ratio (PER) sebesar 8,61 kali. Valuasi tersebut dinilai kompetitif dibandingkan emiten lain di sektor kesehatan, seiring tren pertumbuhan kinerja perseroan yang terus menunjukkan peningkatan.
