Saham Proline (PRDL) Listing Perdana di BEI Hari Ini, Bisakah Menyusul Lonjakan Empat Emiten Pendahulunya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7/2026). Saham PRDL bakal melonjak menyamai empat saham emiten yang telah menggelar listing perdana dalam dua hari terakhir?
Berdasarkan data BEI terdapat empat emiten yang telah menggelar listing dalam dua hari terakhir, yaitu saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Keempat saham tersebut catatkan lompatan harga di debut perdana, bahkan JECX, JELI, dan BACK melambung langsung auto reject atas (ARA) di hari pertama transaksi.
Berdasarkan data prospectus, Prodia Diagnostic (PRDL) atau Proline optimistis terhadap pasar alat kesehatan, seiring dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran kesehatan 2026 menjadi sebesar Rp 244,0 triliun (naik dari Rp218,5 triliun pada 2025). Salah satu program prioritas nasional adalah program cek kesehatan gratis yang menyasar 140 juta masyarakat.
Baca Juga
Proline Gelar IPO Saham, Tawarkan 522,9 Juta Saham dengan Harga Rp 100-120
Proline mengestimasi potensi pasar sekitar Rp 2,2 triliun yang dapat menggunakan produk-produk perusahaan melalui program tersebut. “Proline optimistis dapat memperluas basis pelanggan, mengingat saat ini masih ada lebih dari 47% fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang belum terjangkau,” tulisnya.
Proline (PRDL) juga didukung performa finansial yang kokoh. Hingga akhir 2025, perseroan mencetak kenaikan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar 26,79% menjadi Rp 74,37 miliar, dibandingkan tahun 2024 senilai Rp 58,65 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan volume penjualan serta perluasan jaringan dari 21 distributor menjadi 45 distributor.
Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan perusahaan melonjak signifikan sebesar 69,93% menjadi Rp 16,98 miliar di tahun 2025. Indikator profitabilitas juga menunjukkan tingkat pengembalian yang sehat dengan Return on Equity (ROE) mencapai 20,45% dan Return on Assets (ROA) sebesar 8,74%.
Baca Juga
Saham JECX Dibuka Langsung ARA pada Debut Perdana BEI, Naik 24,8% dari Harga IPO
Terkait penggunaan dana IPO saham, prospectus mengungkap, PRDL mengantongi dana senilai Rp 62,74 miliar dari pelepasan sebanyak 522,9 juta saham atau 20% dengan harga pelaksanaan Rp 120 per saham. Bersamaan dengan IPO saham, perusahaan menggelar program alokasi saham pegawai (ESA) sebanyak 25 juta saham sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan tetap. Sedangkan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham Sucor Sekuritas.
Seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk memperkuat posisi keuangan. Di antaranya pelunasan utang pokok Rp 35,66 miliar kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin).
Perseroan mengalokasikan sebanyak 28,18% dari dana IPO saham tersebut untuk belanja modal (capital expenditure) yang digunakan untuk pembelian mesin, peralatan kalibrasi, kendaraan operasional, system software ERP, re-layout area produksi, hingga penambahan AHU Lab Biomolekuler. Sisanya 10,18% untuk modal kerja (working capital).
