Debut Produsen Chip Korsel di Nasdaq, Saham SK Hynix Melonjak 13% pada Hari Pertama Perdagangan
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, mencatat debut yang impresif di bursa Nasdaq. Sahamnya melonjak 13% pada hari pertama perdagangan Jumat (10/7/2026) dan ditutup di level US$168,01.
Antusiasme investor Amerika Serikat terhadap perusahaan semikonduktor terbesar kedua di Korea Selatan itu mencerminkan tingginya optimisme terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga
Wall Street Menguat, Optimisme AI Kembali Dorong Saham Teknologi
Saham SK Hynix diperdagangkan dengan kode SKHYV dan dijadwalkan berganti menjadi SKHY mulai Selasa mendatang. Saham tersebut dibuka pada harga US$170 sebelum bergerak sedikit melemah hingga penutupan perdagangan.
Melalui pencatatan saham berbentuk American Depositary Receipts (ADR) yang ditawarkan pada harga US$149 per lembar, SK Hynix berhasil menghimpun dana sebesar US$26,5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat ekspansi perusahaan, termasuk pembangunan pabrik baru dan investasi pada peralatan produksi semikonduktor.
Chairman SK Hynix, Chey Tae-won, menyebut pencatatan saham di Nasdaq sebagai pencapaian besar bagi perusahaan. "Ini seperti mimpi, dan sekarang mimpi itu menjadi kenyataan," ujar Chey Tae-won dalam wawancara dengan CNBC.
Di pasar domestik Korea Selatan, SK Hynix merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Samsung. Seperti pesaingnya, perusahaan memproduksi chip memori yang digunakan pada komputer, ponsel pintar, dan berbagai perangkat digital. Pelanggannya mencakup sejumlah raksasa teknologi dunia, termasuk Nvidia dan Apple.
Ledakan perkembangan AI telah mengubah bisnis chip memori yang sebelumnya relatif stabil menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri semikonduktor. SK Hynix kini menjadi pemimpin pasar untuk High Bandwidth Memory (HBM), jenis memori berkecepatan tinggi yang menjadi komponen utama dalam chip AI buatan Nvidia.
Chey mengatakan hampir seluruh pelanggan dan mitra bisnis meminta kapasitas produksi yang lebih besar. Bahkan ketika perusahaan mengumumkan rencana menggandakan kapasitas produksi dalam lima tahun, pelanggan masih menilai pasokan tersebut belum mencukupi.
"Semua pelanggan kami mengatakan, 'Itu masih belum cukup, kami membutuhkan lebih banyak lagi,'" katanya. Valuasi SK Hynix telah meningkat lebih dari tujuh kali lipat dalam setahun terakhir seiring melonjaknya permintaan infrastruktur AI yang menyebabkan kelangkaan chip memori dan mendorong harga naik tajam.
Menurut Chey, permintaan terhadap HBM masih terus tumbuh secara eksponensial dan belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
"Permintaannya sangat besar, tumbuh secara eksponensial. Saya belum melihat adanya tanda-tanda bahwa permintaan HBM akan menurun," ujarnya.
Baca Juga
Didorong Reli Kuat Saham AI dan Semikonduktor, Wall Street Kembali Cetak Rekor Baru
Meski industri chip memori selama ini dikenal memiliki siklus naik-turun yang tajam akibat kelebihan pasokan setelah periode booming, Chey menilai perkembangan AI akan mengubah pola tersebut secara permanen.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI agent, robot berbasis AI, dan berbagai aplikasi kecerdasan buatan generatif membutuhkan kapasitas memori jauh lebih besar dibandingkan teknologi sebelumnya.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi global, SK Hynix akan membangun fasilitas advanced packaging senilai US$4 miliar di negara bagian Indiana, Amerika Serikat. Namun sebagian besar investasi perusahaan tetap difokuskan di Korea Selatan melalui pembangunan kompleks manufaktur chip di Yongin dengan nilai investasi mencapai US$390 miliar.
Pencatatan saham SK Hynix di Nasdaq berlangsung sekitar satu bulan setelah SpaceX milik Elon Musk mencatatkan penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah, menandai tingginya minat investor global terhadap perusahaan-perusahaan yang berada di pusat perkembangan teknologi generasi berikutnya.
