Investasi Sejak Muda Dinilai Jadi Kunci Raih Kebebasan Finansial dan Lawan Inflasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Investasi sejak usia muda dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat tercapainya kebebasan finansial sekaligus melindungi nilai kekayaan dari dampak inflasi. Generasi muda didorong mulai mengenal berbagai instrumen investasi legal, seperti saham, aset kripto, hingga komoditas, dibanding terjebak aktivitas spekulatif seperti judi online.
Pesan tersebut menjadi benang merah dalam diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa bertajuk Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas yang diselenggarakan Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo (Himapen) di Jakarta, Rabu (6/7/2026).
Diskusi menghadirkan praktisi pasar modal global Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Aldicitra Sekuritas sekaligus asesor profesi pasar modal B. Hari Mantoro, Presiden Direktur Pintu Andy Putra, dan Direktur Utama PT Smartin Advisor System (SAS) Odang Supriatna, serta dipandu wartawan senior Edo Rusyanto.
Baca Juga
Net Sell Naik Jadi Rp 689,33 Miliar, Sebaliknya Saham BBCA dan BRPT Lagi-lagi Diborong Pemodal Asing
Praktisi pasar modal global Vier Abdul Jamal mengatakan, semakin dini seseorang mulai berinvestasi, semakin besar manfaat yang diperoleh karena efek pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang. "Semakin dini seorang mulai berinvestasi, makin besar efek pertumbuhan yang bisa didapat di masa depan," kata Vier.
Menurut dia, investasi sejak muda memberikan sejumlah manfaat, mulai dari mempercepat tercapainya kebebasan finansial, membangun aset produktif, melatih pola pikir jangka panjang, hingga melawan inflasi yang terus menggerus daya beli masyarakat.
Vier menjelaskan, uang yang hanya disimpan tanpa diinvestasikan akan terus mengalami penurunan nilai akibat inflasi. Sebaliknya, investasi memberikan peluang pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.
Sebagai ilustrasi, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) saat penawaran umum perdana (IPO) pada 2000 sebesar Rp 1.400 per saham. Setelah memperhitungkan stock split pada 2001 dan 2021, capital gain saham tersebut mencapai 3.989%.
Baca Juga
Contoh lainnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat capital gain sekitar 296% sejak IPO pada 2023 hingga kini atau sekitar 98% per tahun. Kinerja tersebut jauh melampaui rata-rata inflasi 10 tahun sebesar 2,8% per tahun maupun inflasi tertinggi pada 2022 sebesar 4,21%.
Selain saham, aset kripto juga dinilai menawarkan potensi pertumbuhan tinggi. Harga Bitcoin pada 2010 yang hanya sekitar Rp73 kini telah mencapai sekitar Rp1,1 miliar per koin.
Vier menilai budaya investasi di Indonesia masih tertinggal dibanding Amerika Serikat dan Eropa. Di negara-negara tersebut, investasi dipandang sebagai kebutuhan hidup dengan orientasi jangka panjang melalui prinsip compounding, reinvestasi dividen, dollar cost averaging, dan alokasi aset.
Sebaliknya, di Indonesia masih banyak investor yang berorientasi jangka pendek dan mudah panik ketika harga aset mengalami koreksi. Oleh karena itu, generasi muda diingatkan untuk menjauhi judi online, karena tidak menghasilkan kepemilikan aset produktif dan secara matematis menguntungkan operator. Sebaliknya, investasi pada instrumen legal seperti saham, komoditas, maupun aset kripto memberikan kepemilikan aset yang memiliki risiko secara transparan.
Instrumen Legal
Sementara itu, Presiden Direktur Pintu Andy Putra juga mengajak mahasiswa mulai berinvestasi pada instrumen legal dan tidak terjebak judi online. Prospek aset kripto masih menjanjikan. Sebagai contoh, harga Bitcoin pada 2010 hanya sekitar Rp73 dan kini telah mencapai Rp 1,1 miliar.
Andy menjelaskan, sejak 2025 aset kripto telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, sekitar 60% investor kripto di Indonesia berasal dari kelompok usia 18-34 tahun.
Ia menilai daya tarik aset kripto bagi generasi muda berasal dari perdagangan yang berlangsung selama 24 jam, modal awal yang relatif kecil mulai sekitar Rp11 ribu, serta perkembangan pemanfaatan teknologi blockchain, termasuk tokenisasi aset. "Ke depan, kripto adalah masa depan keuangan dunia," ujar Andy.
Sementara itu, B. Hari Mantoro menegaskan pentingnya investasi sejak dini untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia mencontohkan harga Toyota Kijang Super Chassis pada 1991 sekitar Rp24,5 juta, sedangkan penerusnya, Innova Zenix, pada 2026 telah mencapai sekitar Rp438 juta atau naik sekitar 17,8 kali lipat. "Oleh sebab itu, untuk mempertahankan daya beli, generasi diimbau untuk segera beralih dari budaya menabung (saving) ke budaya berinvestasi (investing)," jelas Hari.
Baca Juga
BEI: Potensi Dana Asing Keluar Akibat ‘Watchlist’ S&P Sekitar Rp 4 Triliun
Sementara itu, Direktur Utama PT Smartin Advisor System (SAS) Odang Supriatna mengatakan pihaknya ingin mendorong mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan industri keuangan digital.
Menurut dia, SAS ingin menginspirasi mahasiswa untuk menjadi coder atau programmer EA dan AI Trading, influencer keuangan, day trader profesional, maupun smart investor.
Pada kesempatan yang sama, President Director PT ITSEC Asia Tbk Patrick Dannacher mengatakan keamanan siber memiliki peran penting dalam membangun ekosistem investasi digital yang aman dan terpercaya.
Menurut dia, ITSEC Asia bekerja sama dengan berbagai institusi keuangan untuk melindungi sistem, data, serta layanan yang digunakan masyarakat melalui berbagai solusi keamanan siber, mulai dari Security Operations Center (SOC), Managed Detection and Response (MDR), penetration testing, cloud security, digital forensics hingga solusi berbasis kecerdasan buatan seperti Bronyx.ai. "Pada akhirnya, keamanan siber tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," katanya.
