Masyarakat Kelas Menengah Bisa Capai Kebebasan Finansial, Simak Tips Merry Riana
JAKARTA, investortrust.id - Motivator dan entrepreneur Indonesia Merry Riana memberikan tips untuk mencapai kebebasan finansial atau financial freedom bagi masyarakat ekonomi kelas menengah.
Motivator yang baru saja diangkat sebagai staff khusus dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini membagi tahapan finansial menjadi sejumlah tahapan.
Pertama adalah financial mess atau tahapan paling negatif. Financial mess merupakan tahap ketika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Hal ini bisa terjadi akibat cicilan yang menjerat.
“Mungkin gak sih pengeluaran lebih besar daripada pendapatan? Bisa, karena zaman sekarang ada namanya cicilan. Sampai kita sadar itu bisa menjerat kita. Nah itu dulu diberesin,” ujar Merry Riana di Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Usai terlepas dari situasi pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan, masyarakat dapat mulai memasuki tahap berikutnya yaitu financial security. Dalam tahapan ini, masyarakat minimal perlu memiliki dana darurat yang setara dengan 6 bulan pendapatan.
Baca Juga
Ingin Capai Financial Freedom? Lakukan 5 Kebiasaan Ini, Bikin Kamu Kaya di Masa Mendatang
Selanjutnya, masyarakat dapat memasuki level atau tahapan berikutnya yaitu financial flexibility. Ketika masyarakat sudah mengamankan diri dengan dana darurat, masyarakat bisa memiliki fleksibilitas untuk membuat uang berkembang lebih banyak. Tahapan ini merupakan level yang tepat untuk melakukan investasi.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam investasi seperti memastikan investasi tepat sesuai risk appetite. Ia menghimbau juga bahwa masyarakat harus mempelajari investasi secara mendalam dan tidak hanya sekedar ‘ikut-ikutan’.
“Jadi jangan hanya sekedar ikut-ikutan tapi sungguh-sungguh harus dipelajari sesuai dengan tipenya kita seperti apa. Dari situ kita kelola sehingga kita dapatkan uang yang bekerja, bukan hanya kita yang bekerja,” terangnya.
Terakhir, apabila masyarakat sudah mampu memenuhi kebutuhan minimum di atas, disitulah masyarakat baru memasuki tahapan financial freedom. Menurutnya, financial freedom menandakan level dimana masyarakat memiliki fleksibilitas atau kebebasan dimana dapat bekerja untuk bisa berkarya, bukan hanya sekedar mencari pendapatan.
“Karena uangnya sudah didapatkan dari uang-uang kita yang sudah bekerja," papar Merry Riana.
Namun, sejumlah proses untuk mencapai kebebesan finansial atau financial freedom tersebut dinilai tidak bisa diraih secara instan, namun membutuhkan kedisiplinan dalam mengatur keuangan secara bertahap.
"Tapi tentu saja gak bisa lompat begitu aja. Jadi kita harus prudent nih artinya harus disiplin setahap demi setahap biar kita gak kepleset nantinya,” pungkasnya.

