BACH dan EMMI Listing Perdana Saham Pagi Ini, Intip Kinerja Keuangan dan Prospek Usaha Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar pencatatan perdana saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Total dana yang diraup dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dua emiten ini mencapai Rp 517,57 miliar.
BEI kemarin juga telah melaksanakan listing perdana saham PT Nitratama Dharma Tbk (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI). Bahkan, saham kedua emiten tersebut dibuka langsung melambung auto reject atas (ARA) hingga penutupan kemarin.
Terkait IPO saham BACH dan EMMI, prospectus emiten tersebut mengungkap bahwa BACH melepas sebanyak 615 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 442 per saham, sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp 271,83 miliar. BACH merupakan perusahaan penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Baca Juga
Pemerintah: IPO Saham JELI dan JECX Jadi Bukti Ketahanan Sektor Riil di Tengah Ketidakpastian Global
Nilai perolehan dana IPO saham EMMI mencapai Rp 245,74 miliar. Dana tersebut dihimpun dari pelepasan sebanyak 522,85 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 470 per saham. EMMI merupakan perusahaan perdgangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan kedokteran manusia.
Terkait kinerja keuangan EMMI berhasil menorehkan peningkatan pesat penjualan dari Rp 384,93 miliar pada 2024 menjadi Rp 454,63 miliar pada 2025. Laba bruto juga melambung dari Rp 135,91 miliar menjadi Rp 163,42 miliar.
Begitu juga dengan BACH berhasil catatkan pertumbuhan kinerja keuangan dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan meningkat dari elvel Rp 1 triliun pada 2023 menjadi Rp 1,24 triliun pada 2024, dan Rp 1,73 triliun pada 2025.
Begitu juga dengan laba bersih melambung dari Rp 35,42 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp 78,74 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp 155,55 miliar pada 2025.
Prospek Usaha
Manajemen EMMI dalam prospektusnya mengungkap bahwa prospek bisnis alat kesehatan tetap positif, seiring proyeksi pasar teknologi medis Indonesia mencapai US$ 2,65 miliar pada 2025 dan tumbuh dengan CAGR 8,68% hingga US$ 4,02 miliar pada 2030. Pertumbuhan didukung meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, Program JKN, pembangunan fasilitas kesehatan, kebijakan TKDN, serta transformasi sistem kesehatan nasional.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, dan pelanggan lebih dari 200 rumah sakit, perseroan berada pada posisi yang kuat di segmen pengadaan alat kesehatan rumah sakit. Dominasi produk impor yang masih melebihi 70% pasar juga membuka peluang bagi EMMI untuk memperluas bisnis melalui distribusi nasional, manufaktur lokal, dan kemitraan dengan produsen alat kesehatan global.
Baca Juga
OJK: 11 IPO dalam Pipeline, Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp 119,67 Triliun di Semester I
Propek tak kalah menarik juga ditunjukkan BACH dalam prospectus ringkasnya. Perseroan menilai prospek usaha tetap positif, ditopang oleh dua lini bisnis utama, yakni penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Pasar generator Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$ 679,46 juta pada 2024 menjadi US$ 1,76 miliar pada 2035 dengan CAGR 9,09%, didorong pembangunan infrastruktur, ekspansi industri, hilirisasi mineral, serta meningkatnya kebutuhan listrik andal untuk kawasan industri, proyek strategis, pusat data, dan jaringan telekomunikasi.
Di sisi lain, bisnis konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi juga diperkirakan terus bertumbuh seiring peningkatan penetrasi internet, konsumsi data, serta pengembangan jaringan 4G dan 5G. Pasar menara telekomunikasi Indonesia diperkirakan mencapai US$1,87 miliar pada 2026 dan tumbuh dengan CAGR 4,13% hingga 2031. Perseroan optimistis sinergi kedua lini usaha tersebut akan memperkuat posisi strategisnya dalam menangkap peluang pertumbuhan dan menopang kinerja jangka panjang.
