Pemerintah: IPO Saham JELI dan JECX Jadi Bukti Ketahanan Sektor Riil di Tengah Ketidakpastian Global
JAKARTA, investortrust.id – Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menyatakan pencatatan saham perdana saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026), menjadi bukti sektor riil Indonesia tetap tangguh dan adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi global pada 2026.
"Di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026 yang penuh dengan ketidakpastian, langkah IPO ini menjadi bukti nyata bahwa sektor riil di Indonesia tetap bisa adaptif, tangguh, dan memiliki potensi untuk terus bergerak maju," kata Raden dalam seremoni pencatatan perdana saham JELI dan JECX di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Raden mengatakan, perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan 5,61% pada triwulan I-2026. Sementara itu, industri makanan dan minuman tetap menjadi kontributor utama sektor manufaktur dengan kontribusi 7,31%, meningkat dibandingkan 7,2% pada 2025.
Baca Juga
Saham JECX Dibuka Langsung ARA pada Debut Perdana BEI, Naik 24,8% dari Harga IPO
Menurutnya, industri makanan juga mencatat pertumbuhan 7,04% pada triwulan I-2026, didorong oleh meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional.
Dari sisi investasi, Raden menyebut, realisasi investasi di sektor makanan mencapai Rp 26,82 triliun pada 2026, yang terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,48 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp16,34 triliun.
Ia menambahkan pemerintah belum memiliki data spesifik mengenai industri kesehatan yang berkaitan dengan JECX. Namun, menurutnya sektor tersebut berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan didukung oleh peningkatan investasi. "Di sektor kesehatan, saya yakin juga cukup besar, tetapi lebih banyak berasal dari PMDN," ujarnya.
Baca Juga
Sucor Sekuritas Siapkan Dua IPO Saham Semester II-2026, Intip Emitennya dan Target Dana
Raden menilai besarnya investasi tersebut menunjukkan pasar domestik Indonesia masih bergairah. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Selain itu, Raden mengatakan keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market per Juni 2026 mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi nasional dan daya saing pasar modal Indonesia.
"Pemerintah bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia akan terus melakukan reformasi pasar modal, termasuk peningkatan transparansi dan tata kelola guna memperkuat integritas pasar, menjaga kepercayaan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia yang semakin dalam, inklusif, dan berdaya saing global," tutur Raden.
Baca Juga
BEI Catat 8 Calon Emiten Antre IPO, Sektor Kesehatan Terbanyak
Menutup sambutannya, Raden mengajak seluruh pelaku pasar modal menjaga momentum dengan terus mendorong hilirisasi serta memperkuat pendanaan bagi sektor-sektor strategis. Ia berharap kehadiran IPO dapat memperkuat pasar modal sekaligus menjadi akselerator ekspansi dunia usaha.
"Akhir kata, saya ucapkan selamat kepada PT Niramas Utama Tbk atas pencatatan perdana saham JELI dan juga kepada PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX)," tutupnya.
