JECX dan JELI Resmi Listing di BEI Hari Ini, Begini Prospek Kinerja Keuangannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI) akan menggelar listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026). JEXC dan JELI menjadi emiten ketiga dan keempat yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026.
Berdasarkan pengumuman resminya Nitrasanata Dharma (JECX) yang bergerak di sektor healthcare sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 487,98 juta saham dengan harga penawaran Rp1.250 per saham, sehingga total dana yang dihimpun bisa mencapai Rp 609,98 miliar. Sebelumnya emiten rumah sakit dan klinik mata ini membuka harga penawaran Rp 1.200-1.400.
Baca Juga
Purnomo Prawiro Tambah Puluhan Juta Saham Blue Bird (BIRD), Gelontorkan Dana Segini
Adapun PT Niramas Utama Tbk (JELI), emiten dari sektor Consumer Non-Cyclicals, sebelumnya telah menuntaskan IPO sebanyak 266 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 900 per saham.
Dengan jumlah saham yang ditawarkan mencapai 266 juta saham, JELI berpotensi meraih dana IPO saham sekitar Rp 239,40 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan merek Inaco ini sebelumnya membuka harga penawaran Rp 900-1.120.
Prospek Usaha
Terkait kinerja keuangan, Nitrasanata Dharma (JECX) mencatatkan konsistensi pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan melesat dari Rp 825,08 miliar pada 2023 menjadi Rp 887,71 miliar pada 2024 dan menjadi Rp 926,76 miliar pada 2025.
Sebaliknya laba tahun berjalan cenderung fluktuatif sempat mencetak Rp 127,28 miliar pada 2023 turun menjadi Rp 62,47 miliar pada 2024 dan kembali meningkat menjadi Rp 70,62 miliar pada 2025.
Terkait prospek usaha, prospectus JECX menyebutkan bahwa Industri layanan kesehatan mata di Indonesia dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat, didukung jumlah penduduk yang besar, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata, serta tingginya kebutuhan layanan yang masih belum terpenuhi.
Baca Juga
Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JECX) Gelar IPO Saham, Bidik Dana hingga Rp 683 Miliar
Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis mata dan jutaan penduduk mengalami gangguan penglihatan, sementara meningkatnya jumlah penderita diabetes diperkirakan mendorong permintaan layanan kesehatan mata secara berkelanjutan. Perseroan melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk memperluas jaringan layanan, meningkatkan teknologi medis, dan mengembangkan layanan subspesialistik, terutama di wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Selain itu, prospek industri ditopang berkembangnya medical tourism dan penguatan sektor kesehatan swasta. Perseroan tengah membangun JEC BALI@Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sebagai pusat layanan kesehatan mata berstandar internasional yang ditargetkan beroperasi pada 2027 dan melayani sekitar 30.000 kunjungan pada tahun pertama.
Begitu juga dengan Niramas Utama (JELI) atau Inaco menunjukkan tren penguatan kinerja keuangan pesat dalam tiga tahun terkahir. Penjualan naik dari level Rp 348,02 miliar pada 2023 menjadi Rp 521,44 miliar pada 2025. Begitu juga dengan laba komprehensif tahun berjalan melambung dari Rp 1,05 miliar pada 2023 menjadi Rp 38,37 miliar pada 2025.
Baca Juga
Inaco (JELI) Mau IPO, Harga Saham Mulai Rp 900! Ini Jadwal dan Alokasi Dananya
Terkait prospek ke depan, prospectus Inaco menyebutkan bahwa perseroan membidik pertumbuhan melalui penguatan jaringan distribusi, ekspansi pasar ekspor, inovasi produk, dan peningkatan efisiensi operasional. Jumlah distributor ditargetkan meningkat menjadi sekitar 300 dalam tiga tahun ke depan, sementara ekspansi internasional difokuskan ke Asia, Amerika, Afrika, Oseania, dan Eropa guna memperkuat posisi merek Incao di pasar global.
Selain itu, perseroan mempercepat pengembangan produk sehat sesuai tren gaya hidup, berinvestasi pada mesin dan otomatisasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta memfokuskan portofolio pada produk bernilai tambah dan berpotensi memberikan profitabilitas yang lebih tinggi.
