Net Sell Berlanjut Rp 190,91 Miliar, Sebaliknya Saham BBCA, TPIA, hingga BRMS Diburu Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 190,91 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/7/2026), ditutup berbalik menguat 40,29 poin (0,69%) menjadi 6.916.
Net sell terbayak melanda saham BMRI senilai Rp 85,96 miliar, MAPI Rp 82,73 miliar, AMMN senilai Rp 78,10 miliar, RLCO mencapai Rp 57,47 miliar, dan BREN sebanyak Rp 42,16 miliar.
Baca Juga
Seusai Bertemu PM Wong, Prabowo Tunjuk Danantara untuk Ekspor Listrik ke Singapura
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham BBCA sebanyak Rp 168,12 miliar, TPIA mencapai Rp 110,08 miliar, BRMS mencapai Rp 75,82 miliar, BBRI senilai Rp 59,01 miliar, dan BUVA mencapai Rp 56,24 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti saham BBRI, BBCA, TPIA, DCII, dan BRIS. Kenaikan juga ditopang penguatan saham BREN, BBRI, dan BMRI.
Adapun sektor saham penopang IHSG hari ini datang dari penguatan saham sektor consumer primer 1,26%, sektor energi 0,92%, sektor material dasar 0,51%, sektor keuangan 0,56%, sektor teknologi 0,92%, dan sektor industry 0,30%. Sisanya mencatatkan penurunan tipis.
Baca Juga
PNBP Minerba Tembus Rp 48,95 Triliun, Sektor Tambang Tetap Jadi Andalan
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LAPD naik sebanyak 34,48% menjadi 78, NTBK naik 34% menjadi Rp 67, YUPI naik 24,90% menjadi Rp 1.530, dan SKBM naik 24,42% menjadi Rp 535. Meskti tak ARA, BELL melambung 27,08% menjadi Rp 122 dan ERTX menguat 21,97% menjadi Rp 161.
Pekan lalu, IHSG ditutup lanjutkan penurunan sebanyak 0,35% menjadi 5.875, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pelemahan mencapai 4,55%. Meski demikian sejumlah sektor saham berhasil catatkan penguatan pesat pekan ini, yaitu saham sektor industry naik 4,86%. Kenaikan juga melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor material dasar 0,78%, sektor transportasi 1,17%, dan sektor property 0,90%. Sebaliknya saham sektorkeuangan, consumer primer, dan kesehatan masih melemah.
