IHSG Berpotensi Rebound Awal Pekan, Tiga Saham Dipimpin BUMI Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/7/2026), berpeluang lanjutkan rebound dengan rentang pergerakan 5.730-6.000. Tiga saham ini, BUMI, PADI, dan AMMN, direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi keberlanjutan arus dana asing, pergerakan Rupiah, serta sentimen global pascalibur AS. Laju indeks juga akan dipengaruhi rilis sejumlah data ekonomi domestik sebagai penentu arah pasar.
Baca Juga
Hormuz Mulai Normal, OPEC+ Sepakati Tambahan Produksi Minyak
“Secara teknikal, peluang technical rebound masih terbuka selama IHSG bertahan di atas support 5.730, dengan target penguatan menuju resistance psikologis 6.000. Keberhasilan menembus level tersebut akan memperkuat unuk momentum pemulihan jangka pendek,” terangnya.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp 148-160, saham PADI dengan target harga Rp 92-100, dan AMMN dengan target harga Rp 3.620-3.770.
Pekan lalu, IHSG ditutup lanjutkan penurunan sebanyak 0,35% menjadi 5.875, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pelemahan mencapai 4,55%. Meski demikian sejumlah sektor saham berhasil catatkan penguatan pesat pekan ini, yaitu saham sektor industry naik 4,86%. Kenaikan juga melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor material dasar 0,78%, sektor transportasi 1,17%, dan sektor property 0,90%. Sebaliknya saham sektorkeuangan, consumer primer, dan kesehatan masih melemah.
Baca Juga
Sinyal Pensiun, Cristiano Ronaldo Tegaskan Piala Dunia 2026 Ajang Terakhir
Kenaikan indeks pekan lalu juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti AMMN naik 4,79%, DCII naik 4,27%, ANTM menguat 8,12%, IMPC naik 10,22%, dan UNTR menguat 6,19%. Begitu juga dengan BREN naik 149%. Meski penurunan IHSG BEI melambat pekan ini, kinerja BEI masih terburuk di Asean.
Investor asing terpantau masih agresif merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 2,73 triliun sepanjang pekan lalu. Net sell terbanyak datang dari saham BBRI mencapai Rp 1,07 triliun, BBCA senilai Rp 655,25 miliar, dan BMRI mencapai Rp 363,17 miliar.
