GOTO Diprediksi Tetap Cetak Laba Tahun Ini Meski Kebijakan Komisi 8%, Bagaimana Target Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan membaik pada 2026 dengan proyeksi berbalik mencetak laba bersih. Namun, penerapan batas komisi platform sebesar 8% untuk layanan transportasi roda dua (2W) mulai 1 Juli 2026 mendorong revisi turun terhadap proyeksi pendapatan, EBITDA, hingga target harga saham perseroan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga baru direvisi turun menjadi Rp 70, turun dari sebelumnya Rp 80. Dengan harga penutupan Rp 50 per saham, target tersebut masih mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40%.
Kebijakan tarif komisi baru sebesar 8% tersebut diberlakukan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 dan hanya berlaku untuk segmen mobilitas roda dua. Sebelumnya, tingkat komisi platform berada di kisaran 20%.
Baca Juga
GOTO Kantongi Restu Buyback Rp3,5 Triliun, Susunan Direksi dan Komisaris Tetap
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta mengatakan, dampak kebijakan tersebut terhadap bisnis On-Demand Services (ODS) relatif terbatas, karena segmen mobilitas roda dua diperkirakan hanya menyumbang sekitar 10% dari total pendapatan kotor ODS.
“Meski demikian, penyesuaian asumsi bisnis membuat BRI Danareksa memangkas proyeksi pendapatan bersih ODS periode 2026-2028 sebesar 2,7-7,6%. Sementara itu, proyeksi Adjusted EBITDA ODS dipangkas lebih dalam, yakni 23,3-63,3%,” tulisnya.
Selain penyesuaian tarif komisi, revisi target kinerja keuangan juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) ODS yang lebih rendah menjadi 7% secara tahunan, dari sebelumnya 8,5%, seiring pengurangan intensitas promosi, pelemahan daya beli masyarakat, serta tekanan dari harga bahan bakar.
Akibat revisi tersebut, proyeksi Adjusted EBITDA grup untuk periode 2026-2028 turut dipangkas sebesar 12%-24,2%. Meski proyeksi operasional mengalami penyesuaian, BRI Danareksa masih memperkirakan GOTO akan mencatatkan perbaikan kinerja keuangan secara bertahap.
Perseroan diproyeksikan membukukan pendapatan sebesar Rp 21,99 triliun pada 2026, meningkat dari realisasi Rp 18,32 triliun pada 2025. EBITDA diperkirakan melonjak menjadi Rp 1,61 triliun dibandingkan Rp 370 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
“Yang lebih penting, GOTO diproyeksikan berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih Rp 604 miliar pada 2026, setelah masih mencatat rugi bersih Rp1,19 triliun pada 2025. Laba bersih diperkirakan terus ke Rp 861 miliar pada 2027 dan Rp 1,33 triliun pada 2028,” tulisnya.
BRI Danareksa Sekuritas juga mempertahankan peringkat neutral saham GOTO secara taktis selama tiga bulan ke depan. Kemungkinan keluarnya GOTO dari indeks MSCI pada peninjauan Agustus 2026 menjadi sentiment natif terhadap saham ini.
Di sisi lain, GOTO telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menjalankan program pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp3,5 triliun pada periode Juni 2026 hingga Juni 2027. Manajemen menyatakan ingin mengeksekusi buyback secara lebih agresif, meski implementasinya masih menyesuaikan kondisi pasar.
