Merdeka Copper (MDKA) Diprediksi Cetak Laba US$ 239 Juta di 2026, Bagaimana Target Harga Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) diproyeksikan melanjutkan pemulihan kinerja keuangan sepanjang 2026, seiring penguatan harga komoditas, peningkatan produksi proyek Pani Gold, serta normalisasi biaya operasional.
Hal ini mendorong KB Valbury Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MDKA dengan target harga Rp 3.100 per saham, atau mencerminkan potensi kenaikan (upside) 20,6% dari harga penutupan 10 Juli 2026 sebesar Rp 2.570 per saham.
Analis KB Valbury Sekuritas Ashalia Fitri Yuliana mengatakan, potensi perbaikan kinjerja keuangan tersebut terlihat dari keberhasilan MDKA membalikkan kinerja menjadi laba bersih US$ 57,5 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan rugi bersih US$27,3 juta pada kuartal IV-2025. Realisasi tersebut setara dengan 24,1% dari proyeksi laba bersih KB Valbury untuk sepanjang 2026.
Baca Juga
Merdeka Copper Gold (MDKA) Naikkan Sumber Daya Gua Macan Jadi 276 Juta Ton
Pendapatan perseroan tumbuh 23,5% secara tahunan menjadi US$ 620,3 juta, didorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas, tembaga, dan nikel yang mampu untuk mengimbangi penurunan volume produksi di Tujuh Bukit dan Wetar.
“Pemulihan tersebut ditopang reli harga komoditas global yang mendorong kenaikan harga jual logam utama MDKA. Di tambang Tujuh Bukit, ASP emas meningkat 31% secara kuartalan menjadi US$4.841 per ounce, sementara volume penjualan mencapai 24.470 ounce,” tulisnya dalam riset tersebut.
Kontribusi baru juga berasal dari tambang Pani Gold melalui entitas anak EMAS yang mulai mencatatkan produksi dan penjualan perdana pada tahun ini. Pada kuartal I-2026, Pani Gold memproduksi 1.818 ounce dan menjual 516 ounce emas dengan ASP mencapai US$ 5.123 per ounce, sehingga menyumbang sekitar US$ 2 juta terhadap pendapatan konsolidasi.
Sementara itu, harga jual rata-rata tembaga di Wetar meningkat menjadi US$5,7 per pound dari US$4,8 per pound pada kuartal sebelumnya, mengikuti kenaikan harga komoditas global. Dari sisi profitabilitas, laba bruto meningkat menjadi US$218 juta dengan margin laba bruto melebar menjadi 35,1%, dibandingkan 8,3% pada kuartal IV-2025 dan 11,5% pada kuartal I-2025.
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Cetak Laba Bersih US$ 57,5 Juta di Kuartal I-2026, Ini Penopangnya
EBITDA juga melonjak menjadi US$250 juta, sehingga margin EBITDA naik menjadi 40,3%, dari 12,9% pada kuartal sebelumnya dan 17,6% pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan profitabilitas tersebut turut didukung penurunan biaya tunai (cash cost) produksi emas menjadi US$685 per ounce, dari US$1.887 per ounce pada kuartal IV-2025. Kondisi ini mendorong margin penambangan emas hampir tiga kali lipat menjadi US$4.156 per ounce.
KB Valbury memperkirakan momentum positif akan berlanjut pada 2026 dan 2027. Pendapatan MDKA diproyeksikan mencapai US$3,13 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi US$3,74 miliar pada 2027, ditopang peningkatan kapasitas proyek Pani Gold, normalisasi biaya operasional, serta dukungan harga komoditas. EBITDA diperkirakan meningkat menjadi US$1,105 miliar pada 2026 dan US$1,574 miliar pada 2027, dengan margin EBITDA masing-masing 35,3% dan 42,1%.
Di sisi laba bersih, MDKA diproyeksikan mencetak US$239 juta pada 2026 setelah membukukan rugi bersih US$62 juta pada 2025. Laba bersih diperkirakan kembali meningkat menjadi US$400 juta pada 2027 dan US$487 juta pada 2028. KB Valbury menyebut katalis utama saham MDKA juga berasal dari berlanjutnya penguatan harga jual logam utama serta peningkatan produksi Proyek Pani Gold yang dimiliki 63,3% oleh perseroan.
