Bakrie & Brothers (BNBR) Rights Issue Rp 4,76 Triliun, BCI Berpotensi Kuasai 34,15% Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu V (PMHMETD V) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak 89,91 miliar saham. Saham baru yang diterbitkan dalam PMHMETD V mewakili 34,15% dari modal ditempatkan dan disetor.
Saham baru dengan nilai nominal Rp 12 per saham tersebut ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 53 per saham. Dengan demikian, BNBR berpeluang menghimpun dana sebesar Rp 4,76 triliun. Pelaksanaan rights issue ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan pada 27 Februari 2026.
Baca Juga
Pendapatan Bakrie & Brothers (BNBR) Naik 19%, EBITDA Melonjak 252,43%
BNBR mengungkap bahwa sebagian besar dana hasil rights issue atau mencapai Rp 4,36 triliun akan digunakan sebagai pinjaman kepada BTI, anak usaha perseroan. Dana ini selanjutnya digunakan sebanyak Rp 3,66 triliun untuk pembayaran seluruh pokok pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd. (“Hartman”).
Perseroan mengalokasikan dana tersebut senilai Rp 700 miliar untuk pembayaran seluruh pokok pinjaman BTI kepada PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Perseroan juga mengalokasikan sebanyak Rp 200 miliar dari dana tersebut untuk setoran modal kepada anak usaha BNR, yaitu BCONS, untuk kebutuhan modal kerja dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan usaha dalam proyek yang akan dikerjakan BCONS, yaitu proyek Pertamina Hulu Rokan: North Dumai Development (PHR NDD).
Terkait pelaksanaan rights issue ini, manajemen BNBR menyebutkan, setiap pemegang 27 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 10 Juli 2026 berhak memperoleh 14 Hak HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 53. Pencatatan saham baru di BEI akan dilakukan pada 14 Juli 2026.
Baca Juga
Pemegang saham utama BNBR, Port Fraser International Ltd, yang memiliki 38,85 miliar saham atau setara 22,41% kepemilikan akan memperoleh 20,14 miliar HMETD. Port Fraser tidak akan melaksanakan haknya dengan mengalihkan seluruhnya kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) sebagai pembeli siaga dalam PMHMETD V.
Hal serupa juga dilakukan oleh Fountain City Investment Ltd, yang menguasai 38,44 miliar saham atau 22,17% saham BNBR. Perusahaan tersebut akan memperoleh 19,93 miliar HEMTD yang akan dialihkan kepada BCI. Dengan demikian, BCI akan melaksanakan sebanyak 40,08 miliar HMETD atau setara dengan 15,22% saham BNBR dengan nilai pelaksanaan HMETD mencapai Rp 2,12 triliun.
BCI juga akan menjadi pembeli siaga sisa HMETD BNBR yang tidak dilaksanakan pemegang saham lainnya dengan potensi mencapai 49,85 miliar unit. Hal ini berpeluang menjadikan BCI sebagai pemegang saham terbanyak BNBR dengan kepemilikan 34,15% saham usai rights issue tersebut.
