Usai Akuisisi CCT, Bakrie & Brothers (BNBR) Siapkan Rights Issue 90 Miliar Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar penambahan modal melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru. Aksi korporasi ini dilakukan setelah perseroan merampungkan akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1/2026), manajemen BNBR menyampaikan bahwa dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan dan anak usaha kepada kreditur serta untuk modal kerja perseroan dan/atau anak perusahaan. Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 27 Februari 2026.
Rights issue tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan kinerja perseroan, termasuk ekspektasi kontribusi dari aset strategis yang baru diambil alih PT Bakrie Toll Indonesia, yakni PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada 2025.
Baca Juga
BNBR Ungkap Aksi Korporasi di Balik Lonjakan Saham 140% dalam Sebulan
“Dengan demikian, BNBR menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait akuisisi CCT serta mendukung modal kerja dan pengembangan usaha perseroan dan CCT,” tulis manajemen dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1/2026).
Perseroan optimistis aksi PMHMETD dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan BNBR. Aksi ini diharapkan memperkuat operasional, memperbaiki struktur permodalan, dan meningkatkan kemampuan perseroan dalam melakukan ekspansi usaha. Pada akhirnya, penambahan modal diharapkan berdampak positif terhadap laba dan nilai investasi bagi seluruh pemegang saham.
“Penambahan modal menyebabkan rasio-rasio keuangan penting Perseroan akan menjadi lebih baik, seperti penurunan rasio total pinjaman terhadap total aset. Penurunan rasio ini memberikan Perseroan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan,” tulis perseroan.
Baca Juga
BNBR menjelaskan bahwa rasio total pinjaman terhadap ekuitas juga akan turun setelah PMHMETD. Kondisi ini menunjukkan peningkatan porsi ekuitas dalam struktur permodalan dan keseimbangan yang lebih baik antara ekuitas dan kewajiban.
Terkait dampak terhadap pemegang saham, BNBR menyebutkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah rights issue dilaksanakan.
Sedangkan berdasarkan data BEI, saham BNBR berhasil mencatatkan kenaikan pesat lebih dari 381% menjadi Rp 212 dalam tiga bulan terakhir.

