IHSG Dibuka Melemah 0,33%, Big Bank Dipimpin BBCA Melorot
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6/2026), dibuka melemah sebanyak 19,34 poin (0,33%) menjadi 5.801, seiring dengan penurunan sejumlah pasar saham Asia.
Penurunan dipicu atas berlanjutnya kejatuhan saham sektor material dasar, indurtri, dan keuangan. Adapun sisanya berhasil catatkan kenaikan tipis.
Baca Juga
Amman (AMMN) Siap Masuk Era Pertumbuhan Baru, Potensi Cuan Sahamnya Bisa 90%
Pelemahan IHSG juga dipicu atas berlanjutnya kejatuhan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI pagi ini. Penurunan juga dipicua tas pelemahan saham big cap lainnya, seperti EMAS dan AMMN.
Sebaliknya kenaikan pesat melanda saham RSCH sebanyak 22,88% menjadi Rp 376, DEPO mengaut 19,81% menjadi Rp 254, dan ASPI naik 16,11% menjadi Rp 422.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 75,34 poin (1,28%) menjadi 5.820,79 disertai dengan penjualan bersih atau net sell saham mencapai Rp 881,59 miliar, terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 406,88 miliar dan BMRI mencapai Rp 97,82 miliar.
Baca Juga
Harga Emas Turun, Konflik AS-Iran dan Sinyal The Fed Jadi Tekanan
Penurunan IHSG tersebut dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BBCA yang ditutup anjlok 4,05% ke bawah level Rp 6.000. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham TPIA, BREN, BRPT, hingga CDIA. Tiga saham bank papan atas lainnya juga melemah, seperti BBRI, BMRI, dan BBNI.
Pelemahan juga dipicu atas penurunan hampir sektor saham, seperti sektor keuangan, material dasar, dan infrastruktur dengan pelemahan lebih dari 1%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor properti.
Di tengah penurunan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan mengesankan, seperti OILS naik 31,33% menjadi Rp 218, ASPI naik 25% menjadi Rp 360, TRUS naik 19,43% menjadi Rp 418, AYLS naik 16,95% menjadi Rp 138, dan PMUI menguat 16,88% menjadi Rp 90.
