IHSG Awal Pekan Jatuh 1,28%, Saham BBCA hingga BREN Jadi Penekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan, Senin (29/6/2026), ditutup anjlok sebanyak 75,34 poin (1,28%) menjadi 5.820,79. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang berbalik menguat jelang penutupan.
Penurunan indeks terjadi saat rupiah menguat Rp 65 menjadi Rp 17.840. Penurunan kali dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BBCA yang ditutup anjlok 4,05% ke bawah level Rp 6.000. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham TPIA, BREN, BRPT, hingga CDIA. Tiga saham bank papan atas lainnya juga melemah, seperti BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Cetak Laba US$29,94 Juta di Kuartal I-2026, Lampaui Capaian Sepanjang 2025
Penurunan juga dipicu atas pelemahan hampir sektor saham, seperti sektor keuangan, material dasar, dan infrastruktur dengan pelemahan lebih dari 1%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor properti.
Di tengah penurunan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan mengesankan, seperti OILS naik 31,33% menjadi Rp 218, ASPI naik 25% menjadi Rp 360, TRUS naik 19,43% menjadi Rp 418, AYLS naik 16,95% menjadi Rp 138, dan PMUI menguat 16,88% menjadi Rp 90.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 102,91 poin (1,72%) menjadi 5.896 dengan investor asing melanjutkan aksi jual (net sell) saham senilai Rp 537,25 miliar di seluruh pasar. Net sell terbanyak melanda saham saham CASA Rp 212,67 miliar, BRMI Rp 173,95 miliar, EMAS mencapai Rp 152,82 miliar, dan ASII Rp 87,46 miliar.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Dorong Konsolidasi Industri Tower, Buka Opsi Merger dan Akuisisi
Tekanan IHSG juga datang dari pelemahan hampir seluruh sektor saham dipimpin saham sektor material dasar dengan pelemahan 5%, sektor industri turun 4,24%, sektor infrastruktur turun lebih dari 4%, sektor energi melemah 2,62%, sektor konsumer primer turun 2,96%, dan sektor teknologi melemah 2,51%. Sebaliknya saham keuangan masih bisa naik tipis 0,03%.
Sebaliknya sejumlah saham berikut berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BBRM naik 34,74% menjadi Rp 128 dan TRUS naik 25% menjadi Rp 350. Kenaikan pesat juga melanda saham ARTA sebanyak 23,15% menjadi Rp 2.660, BHAT naik 20,23% menjadi Rp 2.080, dan RICY menguat 19,72% menjadi Rp 85.
