Memasuki 2024, Simak Prospek Keuangan dan Saham 4 Emiten Batubara Ini
JAKARTA, investortrust.id – Harga jual batu bara global diperkirakan cenderung melemah tahun 2024, seiring dengan proyeksi permintaan yang rendah bersamaan dengan peningkatan suplai. Hal ini diperkirakan berimbas terhadap performa keuangan dan saham emiten ini.
Analis BRI Danareksa Sekurtias Christian Sitorus dan Erindra Krisnawan mengatakan, pergerakan harga batubara termal dipengaruhi atas suplai yang terus bertumbuh, meskipun permintaan cenderung melemah tahun depan. Hal ini diperkirakan membuat harga jual batu bara Newcastle menjadi moderat dalam rentang US$ 120 per ton.
Baca Juga
Saham Batubara Mulai Membara Jelang Akhir Tahun, Berikut Daftar Saham Pilihan Teratas
“Berdasarkan perkiraan tersebut, kami mengestimasi laba bersih emiten batu bara cenderung turun berkisar 13-29% sepanjang 2024. Laba emiten ini diperkirakan mencapai titik terendah tahun 2025,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi netral saham emiten batu bara. Target tersebut mempertimbangkan kecenderungan penurunan kinerja keuangan emiten ini sepanjang tahun depan. Sedangkan yield dividen yang besar menjadi daya pikat saham sektor ini.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan penurunan harga batu bara dipengaruhi atas pelemahan pertumbuhan permintaan. Sedangkan volume produksi emiten batu bara diprediksi lanjutkan pertumbuhan hingga tahun depan.
Kenaikan volume produksi batu bara global, khususnya Indonesia dan Australia, membuat surplus pasokan batu bara hingga 5-10 juta ton tahun depan. Peningkatan tersebut akan menekan harga batu bara kembali ke kondisi normal.
Baca Juga
Mayoritas Indeks Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Lagi
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, keempat saham emiten batu bara ini tetap layak direkomendasikan beli. Khususnya emiten batu bara yang memproduksi batu bara kalori rendah dan sedang dengan perkiraan penurunan harga lebih rendah, dibandingkan kalori tinggi.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham saham ADRO dengan target harga Rp 2.800. Saham HRUM juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.700, saham ITMG dengan target harga Rp 27.800, dan saham PTBA dengan target harga Rp 2.750.
Prospek Saham 4 Emiten Batubara
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

