XLSmart (EXCL) Targetkan Ekspansi 5G ke 88 Kota, Lelang Frekuensi Bakal Jadi Kunci
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menargetkan ekspansi layanan 5G ke 88 kota di Indonesia hingga akhir 2026. EXCL juga membidik perluasan basis pelanggan melalui cakupan jaringan yang lebih luas dan pengalaman layanan yang lebih baik. Keberhasilan EXCL mengikuti lelang spektrum akan menjadi kunci ekspansi.
Group Head of Corporate Communications and Sustainability XLSmart, Reza Mirza mengatakan, lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang sedang berlangsung sejatinya menjadi penentu bagi percepatan target tersebut. Kedua pita frekuensi itu saling melengkapi untuk memperkuat ekspansi jaringan 5G.
"Spektrum 700 MHz akan mendukung cakupan jaringan yang lebih luas, sementara 2,6 GHz memperkuat kapasitas jaringan. Keduanya sangat penting agar ekspansi 5G tidak hanya berjalan lebih cepat, tetapi juga menghadirkan kualitas layanan yang lebih baik," ujar Reza kepada investortrust.id, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Perluas Jaringan 5G di Kalimantan, Operasikan 300 BTS
Selain XLSmart, menurut Reza Mirza, Telkomsel dan Indosat adalah perusahaan yang mengambil dokumen seleksi melalui sistem e-Auction. Ketiga perusahaan juga telah mengikuti tahapan penyampaian pertanyaan, hingga simulasi lelang yang diselenggarakan tim seleksi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyatakan, ketiga operator akan mengikuti tahapan lelang harga melalui sistem e-Auction pada 7 Juli 2026 pukul 09.00 WIB. Seluruh peserta juga diwajibkan menggunakan tanda tangan digital melalui platform Peruri Shield selama proses lelang berlangsung.
Baca Juga
Minggu Depan, XLSmart (EXCL) Terapkan Registrasi Biometrik Pelanggan Baru
Nantinya, peserta seleksi masih diberikan kesempatan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi hingga 29 Juni 2026 pukul 15.00 WIB melalui sistem e-Auction. Namun, proses seleksi tetap akan berjalan sesuai jadwal meski terdapat sanggahan dari peserta.
Bagi sisi bisnis, tambahan spektrum menjadi faktor penting untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus menjaga efisiensi jaringan di tengah lonjakan trafik data. Jika diperoleh, frekuensi baru itu diprediksi membantu operator mempercepat adopsi 5G di lebih banyak wilayah Indonesia.
