IHSG Anjlok Parah 3,22% di Sesi II, Saham Emiten Prajogo BREN dan TPIA Turun Parah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/6/2026), anjlok sebanyak 193 poin (3,22%) menjadi 5.906 hingga perdagangan saham pukul 14.30 WIB.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuha saham big cap, seperti seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CUAN, CDIA, hingga PTRO. Kejatuhan IHSG juga dipengaruhi pelemahan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Kejatuhan IHSG juga datang dari tekanan hebat saham ARKO, MORA, AMMN, ENRG, EMAS, hingga Saham lainnya. Pelemahan juga dipicu derasnya aliran dana keluar dari pasar saham mencapai Rp 976,66 miliar hingga sesi I dengan penyumbang utama saham BBRI, TPIA, dan AMMN.
Baca Juga
MSCI Beri Lampu Hijau untuk Indonesia, Reformasi Pasar Modal Dinilai Positif
Adapun sektor saham dengan penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar 5,46% dan sektor energi turun 5,10%. Kejatuhan lebih dari 3% melanda saham sektor konsumer primer, infrastruktur, dan transportasi.
Meski demikian beberapa saham berikut catatkan lompatan harga, seperti saham PTPW naik 24,79% menjadi Rp 1.510, DKHH menguat 17,86% menjadi Rp 66, BHAT naik 17,42% menjadi Rp 1.550, dan LINK naik 13,70% menjadi Rp 1.660.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 15,36 poin (0,25%) menjadi 6.101,33 disertai dengan investor asing melanjukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 311,60 miliar Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 386,58 miliar dan DSSA mencapai Rp 95,45 miliar.
Baca Juga
IHSG dan Rupiah Kembali Tertekan, Mengapa Efek MSCI Belum Terasa?
Penurunan ini dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi 0,61%, sektor teknologi 1,05%, sektor keuangan 0,62%, transportasi 0,15%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industri, material dasar, konsumer primer, kesehatan, hingga properti.
Sebaliknya saham dengan penguatan mengesankan hari ini, yaitu saham PTPW naik 24,74% menjadi Rp 1.210, LEAD naik 31,46% menjadi Rp 177, BALI menguat 25% menjadi Rp 1.475, dan LAJU naik 13,11% menjadi Rp 69.
