Baru 5 Tahun, BMoney (BUKA) Sudah Kelola Dana Rp 6 Triliun dan Kantongi 1 Juta Investor
Rayakan Hari Jadi ke-5, BMoney Lampaui Rp6 Triliun AUM, Gaet 1 Juta+ Investor, dan Cetak Profitabilitas Komprehensif
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Platform investasi digital BMoney milik PT Buka Investasi Bersama (BIB), perusahaan teknologi finansial subsidiari dari PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), per Mei 2026 mencatatkan aset kelolaan atau asset under management (AUM) lebih dari Rp 6 triliun dan berhasil merangkul lebih dari 1 juta investor ritel di Indonesia saat memasuki tahun kelima operasionalnya. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama di industri investech nasional.
"Berawal dari inisiatif pemberdayaan investor ritel melalui jaringan kios pada 2020 dan resmi meluncur sebagai platform investasi digital pada 2021, BMoney berkembang menjadi platform investech terpadu yang menawarkan berbagai instrumen investasi dalam satu aplikasi," kata Chief Executive Officer BMoney, Angganata Sebastian saat media gathering di kantornya Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga
Bukalapak (BUKA) Cetak Laba Jumbo Rp 3,14 Triliun, Ini Penyumbang Utama
Dia mengatakan perusahaan yang lahir dari ekosistem Bukalapak itu kini memiliki sejumlah lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lisensi tersebut mencakup Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), Mitra Distribusi Surat Berharga Negara (Midis SBN), hingga izin operasional untuk transaksi saham dan emas digital. "Kepatuhan terhadap regulasi tersebut diperkuat melalui kemitraan dengan puluhan manajer investasi, penyedia likuiditas emas, dan berbagai institusi perbankan nasional," kata dia.
Kepercayaan pasar terhadap ekosistem BMoney tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan yang menembus Rp 6 triliun. Selain memperluas basis investor ritel, perusahaan juga memperkuat posisinya di segmen High-Net-Worth Individual (HNWI) atau individu dengan kekayaan tinggi melalui layanan BMoney Privilege. "BMoney menyatakan telah membukukan status profitable atau mencetak laba pada tahun buku penuh 2025," kata dia.
Di tengah persaingan yang semakin ketat di industri investasi digital, BMoney mengembangkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan layanan premium yang umumnya identik dengan priority banking ke dalam ekosistem fintech.
Melalui program loyalitas BMoney Privilege, nasabah HNWI dapat mengumpulkan poin dari aktivitas investasi yang kemudian ditukarkan dengan berbagai fasilitas eksklusif. Manfaat tersebut, meliputi layanan transportasi bandara domestik melalui kerja sama dengan Golden Bird, layanan serupa di Sydney, Tokyo, dan Singapura, konsultasi pajak pribadi, hingga pemeriksaan kesehatan eksklusif bersama Prodia.
Perusahaan juga memperluas layanan tatap muka melalui fasilitas BMoney Privilege Private Lounge. Setelah hadir di Jakarta dan Bandung, BMoney membuka Private Lounge ketiga di Surabaya pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat hubungan dengan nasabah premium.
Dia mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan pasar dengan mengintegrasikan pertumbuhan segmen ritel dan HNWI dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Baca Juga
Bukalapak.com (BUKA) Merugi Rp 423,5 Miliar di Kuartal I-2026
Menurut dia, investor ritel memberikan skala bisnis, tingkat keterlibatan pengguna, dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Sementara itu, segmen HNWI menghadirkan aspek kepercayaan, kredibilitas, dan monetisasi yang lebih kuat bagi perusahaan.
"Segmen ritel menghadirkan scale, engagement, dan prospek bisnis masa depan. Sementara HNWI menghadirkan trust, credibility, dan monetization. Keduanya bukan segmen yang saling berkompetisi, tetapi merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan di dalam ekosistem BMoney," ujar Angganata.
