IHSG Ditutup Melemah 0,98%, Sebaliknya Saham ZONE hingga BYAN Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/6/2026), ditutup melemah sebanyak 60,45 poin (0,98%) menjadi 6.116.69. Rentang pergerakan 6.052-6.226 dengan nilai transaksi Rp 11,96 triliun.
Penurunan dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 2,49%, sektor industri 2,34%, sektor kesehata 2,23%, konsumer primer 1,67%, keuangan 1,58%, dan properti 1,20%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi dan energi.
Baca Juga
BI Bidik Ekspor Kopi US$ 12,5 Miliar Melalui Program Cangkir Barista
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Tekanan juga datang dari berlanjutnya koreksi saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN, hingga CDIA.
Meski IHSG terjerembab, sejumlah saham berikut cetak lompatan harga, hingga auto reject atas (ARA) ZONE naik 24,77% menjadi Rp 680 dan BYAN naik 20% menjadi Rp 13.200. Lompatan juga melanda saham EMDE sebanyak 24,56% menjadi Rp 71, KIOS sebanyak 24,14% menjadi Rp 108, dan ADES naik 17,14% menjadi Rp 30.925.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik tipis 4,8 poin (0,08%) menjadi 6.177 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 3,19 triliun di seluruh pasar. Meski demikian pembelian bersih (net buy) melanda saham BBCA sebanyak Rp 336,43 miliar, BBNI senilai Rp 44,04 miliar, dan MDKA sebanyak Rp 41,83 miliar.
Baca Juga
AS–Iran Sepakati Peta Jalan Damai 60 Hari, Hormuz Dibuka, Konflik Lebanon Jadi Ujian
Kenaikan ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor consumer non primer, consumer primer, infrastruktur, dan transportasi. Sebaliknya tekanan melanda saham sektor teknologi, property , dan keuangan.
Adapun sejumlah saham yang berhasil torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SDMU naik 34,29% menjadi Rp 94, ZONE menguat 25% menjadi Rp 545, dan MORA naik 20% menjadi Rp 7.800. Kenaikan pesat juga melanda saham BCIC sebanyak 25% menjadi Rp 145 dan SMMT naik 20,79% menjadi Rp 2.150.
