IHSG Sesi I Ditutup Melemah 1,06%, Sebaliknya Saham JECC, CBUT, dan ZONE Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (18/6/2026), ditutup melemah sebanyak 65,82 poin (1,06%) menjadi 6.154,92. Rentang pergerakan 6.073-6.220 dengan nilai transaksi Rp 6,97 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti infrastruktur turun 2,03%, sektor keuangan 1,46%, sektor kesehatan 1,41%, sektor konsumer primer 0,48%, dan sektor industri 0,15%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor material dasar, properti, dan teknologi.
Baca Juga
OJK Segera Umumkan Calon Direksi BEI Periode 2026-2030, Intip 4 Paket Ini
Pelemahan IHSG sesi I dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, khususnya bank besar BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI. Penurunan juga dipicu pelemahan saham TLKM, MORA, dan MPLT.
Sebaliknya sejumlah saham berikut justru berhasil catatkan kenaikan pesat pagi ini, yaitu tiga saham naik hingga auto reject atas (ARA) saham JECC menguat 24,59% menjadi Rp 760, CBUT naik 24,78% menjadi Rp 705, ZONE naik 24,57% menjadi Rp 436. Meski tak ARA, saham EPAC melambung 27,59% menjadi Rp 74 dan PPRE menguat 20% menjadi Rp 114.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 34,23 poin (0,55%) menjadi 6.220 dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) di seluruh pasar senilai Rp 2,77 triliun. Net buy terbanyak melanda saham EMAS senilai Rp 2,77 triliun.
Baca Juga
Indonesia Amankan Pendanaan AIIB US$ 17 Miliar, China Dukung Penerbitan Panda Bond
Adapun penurunan IHSG dipicu atas kejatuhan saham emiten Prajogo Pangestu. Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti industri, energi, material dasar, konsumer primer, properti, dan transportasi.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BCIC naik 35% menjadi Rp 135, DEFI naik 30,63% menjadi Rp 145, RONY naik 24,58% menjadi Rp 1.115, dan ATAP menguat 24,43% menjadi Rp 550. Meski tak ARA, ESIP melesat 28,83% menjadi Rp 143 dan KONI melesat 21,95% menjadi Rp 3.500.

