IHSG Dibuka Anjlok 74 Poin, Sebaliknya Saham JECC hingga PPRE Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/6/2026), dibuka melemah sebanyak 74 poin (1,19%) menjadi 6.147. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp 17.835.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti energi, material dasar, industri, konsumer non primer, keuangan, infrastruktur, properti, teknologi, dan konsumer primer. Tekanan indeks juga datang dari kejatuhan saham TLKM, MORA, BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Tekanan Jual Altcoin Capai Level Tertinggi 5 Tahun
Sebaliknya lima saham berikut justru berhasil catatkan kenaikan pesat pagi ini, yaitu saham JECC menguat 24,59% menjadi Rp 760, CSAP naik 18,18% menjadi Rp 338, dan PPRE menguat 16,84% menjadi Rp 111.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 34,23 poin (0,55%) menjadi 6.220 dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) di seluruh pasar senilai Rp 2,77 triliun. Net buy terbanyak melanda saham EMAS senilai Rp 2,77 triliun.
Baca Juga
Valuasi Atraktif, Saatnya Investor Asing Masuk kembali ke Pasar Saham Indonesia?
Adapun penurunan IHSG dipicu atas kejatuhan saham emiten Prajogo Pangestu. Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti industri, energi, material dasar, konsumer primer, properti, dan transportasi.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BCIC naik 35% menjadi Rp 135, DEFI naik 30,63% menjadi Rp 145, RONY naik 24,58% menjadi Rp 1.115, dan ATAP menguat 24,43% menjadi Rp 550. Meski tak ARA, ESIP melesat 28,83% menjadi Rp 143 dan KONI melesat 21,95% menjadi Rp 3.500.

