Ini Alasan Amar Bank (AMAR) Setujui 'Dividend Payout Ratio' 78%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Amar Indonesia Tbk atau Amar Bank (AMAR) menetapkan dividend payout ratio sebesar 78%, melanjutkan kebijakan yang relatif konsisten dalam dua tahun belakangan.
Senior Vice President of Finance Amar Bank David Wirawan mengungkapkan, keputusan tersebut didasarkan pada kondisi permodalan perseroan yang kuat.
“Kalau ditanya dividend payout ratio-nya itu di sekitar 78%. Dan ini cukup konsisten karena tahun lalu pun kita juga di sekitaran 70%-80% juga yang kita bagikan dari profit di tahun sebelumnya,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Public Expose Amar Bank Kuartal I 2026, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurut David, salah satu pertimbangan utama pihaknya menyetujui dividend payout ratio tersebut dikarenakan tingkat kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang masih sangat tinggi. Dengan kondisi tersebut, Amar Bank menilai belum memiliki kebutuhan mendesak untuk melakukan penambahan modal.
Baca Juga
“Jadi memang sebenarnya kita punya permodalan yang kuat untuk terus di-leverage. Jadi sebenarnya kalau ditanya apakah ada kebutuhan untuk menambah modal terus? Saat ini sebenarnya kita sudah mencukupi,” katanya.
“Jadi kita memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan shareholder value, kita membagikan bagaimana membagikan profit kita kepada para pemegang saham,” sambung David.
Ia menambahkan, Amar Bank juga berupaya agar manfaat pertumbuhan bisnis dapat dirasakan investor secara lebih berkelanjutan. Karena itu, perseroan tak hanya membagikan dividen dalam bentuk dividen final, melainkan dilakukan secara bertahap melalui dua kali dividen interim dan satu kali dividen final.
Ke depan, Amar Bank optimistis kinerja bisnis akan terus membaik seiring meningkatnya permintaan pasar. Profitabilitas juga ditargetkan meningkat, yang akan tercermin dari return on equity (ROE).
“Kami percaya bahwa dalam satu dua tahun ke depan harusnya ROE dari Amar Bank ini yang saat ini berada di sekitar 7% bisa mencapai double digit di akhir tahun ini atau mungkin di tahun depan,” ucap David.

