Samuel Sekuritas: Fase Terburuk Lewat, Valuasi Murah Buka Peluang IHSG Rebound
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Samuel Sekuritas Indonesia menilai fase terburuk pasar saham Indonesia telah berlalu (worst is over). Setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa bulan terakhir, valuasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai sudah berada di level yang sangat murah sehingga membuka peluang pemulihan yang signifikan.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi menjelaskan penguatan nilai tukar rupiah menjadi salah satu sinyal penting yang mendukung pandangan tersebut. Rupiah yang sebelumnya sempat melemah hingga di atas Rp 18.200 per dolar AS kini telah kembali menguat ke bawah Rp 18.000 per dolar AS.
Menurutnya, perbaikan tersebut didukung oleh respons kebijakan yang semakin agresif dari Bank Indonesia, termasuk kenaikan suku bunga kumulatif sebesar 75 basis poin dalam satu bulan dan kenaikan suku bunga di luar jadwal (off-cycle) menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026.
Selain itu, Samuel Sekuritas menilai kebijakan pertambangan baru di bawah Danantara berpotensi meningkatkan arus devisa apabila mampu mengurangi praktik under-invoicing ekspor. Dari sisi fiskal, pengeluaran program MBG yang lebih rendah serta rasionalisasi koperasi juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas rupiah.
Sentimen positif lainnya datang dari kembalinya aliran dana asing ke pasar domestik. Pada 12 Juni 2026, pasar mencatat net foreign inflow sebesar Rp 287 miliar atau sekitar US$ 16 juta, yang merupakan arus masuk bersih pertama sejak 20 Mei lalu.
Samuel Sekuritas juga menilai reli pasar yang terjadi pada 9 Juni lalu didorong oleh valuasi yang sudah berada di level tertekan. Saat ini, IHSG diperdagangkan pada valuasi sekitar 8,8 kali forward price to earnings (P/E) satu tahun, atau sekitar 11% di bawah level minus dua standar deviasi dan 36% di bawah rata-rata lima tahunnya.
Baca Juga
IHSG Tembus 6.000, Dony Oskaria Sebut Investor Percaya pada Saham BUMN
Dalam risetnya, Prasetya menyebut penurunan IHSG dari puncak ke titik terendah mencapai 41% dalam kurun sekitar 4,6 bulan. Koreksi tersebut bahkan melampaui beberapa periode bear market akibat guncangan kepercayaan yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk tahun 2013, 2015, maupun saat pandemi Covid-19. Menurutnya, pasar telah mencerminkan skenario krisis yang lebih buruk dibandingkan kondisi fundamental saat ini.
Jika pola historis kembali terulang, Samuel Sekuritas memperkirakan potensi kenaikan IHSG masih cukup besar. Berdasarkan empat siklus bear market sebelumnya, IHSG rata-rata menguat sekitar 16,5% dalam tiga bulan setelah mencapai titik terendah, 25,3% dalam enam bulan, dan bahkan mencapai 58,5% dalam 12 bulan.
Meski demikian, Samuel Sekuritas menilai masih terdapat beberapa faktor yang perlu dicermati, terutama hasil tinjauan aksesibilitas pasar oleh MSCI pada 18 Juni dan peninjauan FTSE pada 22 Juni. Sebelumnya, sejumlah saham Indonesia telah dikeluarkan dari indeks MSCI sehingga memicu arus keluar dana asing sekitar US$ 1,5 miliar pada akhir Mei.
Dalam skenario dasar (base case), Samuel memperkirakan Indonesia tetap mempertahankan statusnya di indeks MSCI Emerging Markets tanpa masuk daftar pemantauan. Jika hasil tersebut sesuai harapan, maka risiko aksi jual paksa (forced selling) dinilai telah berkurang dan berpotensi membuka jalan bagi kembalinya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
Secara strategi investasi, Samuel Sekuritas merekomendasikan rotasi ke sektor perbankan yang memiliki fundamental kuat dan valuasi menarik, serta emiten berbasis pendapatan dolar AS, terutama di sektor logam dan batu bara.
Pilihan utamanya meliputi saham ANTM, AMMN, BUMI, dan TINS. Sementara untuk sektor perbankan, BMRI menjadi salah satu top pick karena dinilai memiliki kualitas aset yang baik serta dividend yield sekitar 9%.
Namun demikian, Samuel Sekuritas mengingatkan bahwa sejumlah risiko masih perlu diwaspadai, mulai dari ketegangan geopolitik global, potensi pelebaran defisit anggaran dan transaksi berjalan, hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
