IHSG Melonjak 3% Memasuki Sesi II Hari Ini, Sejumlah Faktor Ini Jadi Penopang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 3% pada perdagangan awal sesi II di Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/6/2026). Lompatan tersebut, didorong kombinasi sentimen positif dari pasar global dan domestik. Penguatan tersebut membawa IHSG kembali menembus level psikologis ke atas 6.000.
Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 14.27 WIB, IHSG berada di level 6.069,91 atau naik 183,88 poin setara 3,12%. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,217 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 25,641 miliar saham.
Baca Juga
IHSG Tembus 6.000 Hari Ini, Danantara Ungkap Peran Saham BUMN
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan mayoritas pasar saham Asia yang sama-sama berada di zona hijau. “Penguatan IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan mayoritas Asia yang juga kompak bergerak menguat,” kata Herditya Wicaksana, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, sentimen positif berasal dari ekspektasi investor terhadap munculnya upaya diplomatik baru antara Amerika Serikat dan Iran pasca insiden serangan sebelumnya. Kondisi tersebut memunculkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz yang berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia.
Selain faktor eksternal, penguatan rupiah terhadap dolar AS turut memberikan dukungan bagi pergerakan pasar saham domestik. “Dari domestik, hari ini Rupiah bergerak menguat meskipun volatile terhadap dolar AS dan beberapa sektor juga mendorong pergerakan IHSG seperti basic material dan energy,” ujarnya.
Baca Juga
Senada, Investment Specialist KISI Sekuritas Azharys Hardian menilai, kenaikan IHSG didorong oleh meredanya risiko geopolitik global serta semakin jelasnya arah kebijakan ekonomi domestik. “Penguatan luar biasa IHSG yang melesat lebih dari 2% hari ini utamanya didorong oleh kombinasi meredanya risiko geopolitik global dan kejelasan arah kebijakan domestik,” kata Azharys.
Menurutnya, dari sisi global, harga minyak dunia mengalami penurunan setelah adanya sinyal kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi sekaligus menopang penguatan rupiah hingga ke level Rp17.854 per dolar AS.
Di dalam negeri, pasar juga merespons positif langkah pemerintah yang mengevaluasi sejumlah program beranggaran besar untuk meningkatkan efisiensi, termasuk wacana pengurangan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penataan Koperasi Desa (Kopdes).
Baca Juga
IHSG Ngegas 2,10% ke Atas 6.000 di Intraday Sesi I, Saham BBCA hingga TPIA Jadi Penodorong
Langkah tersebut dinilai investor sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal. Melihat kuatnya momentum pasar saat ini, Azharys menilai, tren penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut pada pekan depan.
Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus area resistance Exponential Moving Average (EMA) 10 hari menjadi sinyal positif bagi pergerakan indeks dalam jangka pendek. “Momentum bullish baru ini berpeluang membawa IHSG melaju lebih tinggi dengan target menguji area resistance berikutnya di kisaran level 6.200,” ujarnya.
