Valuasi Saham Bank Dinilai Terlalu Murah, Potensi Upside masih Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham bank KBMI IV maupun Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatatkan kenaikan harga pesat pada penutupan perdagangan kemarin di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lompatan tersebut ikut andil terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebanyak sebanyak 404 poin (7,57%) ke 5.722.
Berdasarkan data BEI, saham BBCA naik 6,19% menjadi Rp 5.150, BBRI naik 7,72% menjadi Rp 2.790, saham BBNI sebanyak 8,64% menjadi Rp 3.270, dan BMRI melambung sebanyak 10,24% menjadi Rp 4.090. Kenaikan pesat juga melanda saham bank Himbara lainnya, seperti saham BBTN sebanyak 11,90% menjadi Rp 1.175 dan BRIS mencapai 13,93% menjadi Rp 1.840.
Baca Juga
BI-Rate Naik Jadi 5,50%, Ini Strategi Bank Indonesia Amankan Nilai Tukar Rupiah
Penguatan harga tersebut ditopang sejumlah factor dorongan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad agar Danantara dan Himbara melakukan pembelian kembali (buyback) saham di pasar domestic. Apalagi saham bank-bank tersebut sudah turun terlalu dalam atau tak lagi mencerminkan valuasinya.
Penguatan harga saham perbankan juga ditopang keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,5%. Kenaikan tersebut direspons positif Rupiah dengan penguatan terhadap mata uang dunia lainnya kemarin.
Lalu, seberapa besar peluang saham bank tersebut masih bisa naik? Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas terungkap bahwa harga saham bank di BEI saat ini masih jauh di bawah valuasinya dan target harga masih tertolong tinggi. Oleh karena itu, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli sejumlah saham perbankan, seperti saham BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 10.900.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Lanjutkan Rebound Hari Ini , Tiga Saham Dipimpin RATU Layak Dilirik
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp.4700, saham BMRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.200, BBTN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.500, dan BRIS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.100.
Sedangkan MNC Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 4.050. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2026-2027 sekitar 1,9-1,8 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan pertumbuhan kuat laba bersih perseroan.
Dividen Menarik
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa sentimen dan kekhawatiran pasar dinilai menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan fundamental dalam menekan valuasi saham perbankan sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd).
Dalam riset terbaru, disebutkan bahwa pelemahan valuasi sektor-sektor di pasar saham saat ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh kinerja fundamental perusahaan. Faktor psikologis pasar, termasuk meningkatnya kekhawatiran investor dan perubahan sentimen, menjadi pendorong utama koreksi valuasi yang terjadi sepanjang tahun ini.
Riset tersebut juga memperkirakan pemulihan valuasi saham berpotensi berlangsung lebih lambat. Salah satu penyebabnya adalah semakin ketatnya persaingan global dalam memperebutkan aliran modal, yang berisiko memicu arus keluar dana (capital outflow) dari pasar domestik.
Baca Juga
BCA (BBCA) Siap Tebar Dividen Interim Kuartal II 2026, Cek Rinciannya!
Di tengah tekanan tersebut, visibilitas dan keberlanjutan pembagian dividen dinilai menjadi faktor penting untuk membantu mempertahankan valuasi saham. Emiten yang mampu menjaga konsistensi pembayaran dividen berpeluang memperoleh dukungan lebih besar dari investor, terutama investor domestik yang berorientasi jangka panjang.
Menurut riset tersebut, kepastian dividen dapat menjadi salah satu daya tarik utama ketika pasar menghadapi ketidakpastian dan persaingan modal global yang semakin tinggi. Selain membantu mempertahankan valuasi, kebijakan dividen yang berkelanjutan juga berpotensi meningkatkan minat investor yang memiliki horizon investasi lebih panjang.
“Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi tekanan sentimen, dividen dinilai dapat menjadi salah satu faktor penopang yang membantu menjaga kepercayaan investor terhadap saham-saham dengan fundamental yang tetap solid,” tulis Mandiri Sekuritas.

