Valuasi Dinilai Murah, Saham ASII Bakal 'Rally' Menuju Rp 7.100
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Astra International Tbk (ASII) ditargetkan mencapai level Rp 7.100 dalam rentang waktu 3 bulan hingga 12 bulan ke depan.
Tim Riset BNI Sekuritas menyebut, saat ini saham ASII diperdagangkan dengan valuasi menarik pada posisi price erning ratio (PER) sebesar 7,1 kali proyeksi 2024 mencerminkan 1,3 standar deviasi di bawah rata-rata jangka panjang sejak 2015 sebesar 14,2 kali.
Sedangkan posisi price to book value (PBV) 1,1 kali mencerminkan 1,3 standar deviasi di bawah rata-rata jangka panjang sejak 2015 sebesar 1,9 kali.
Baca Juga
Didukung Segmen Ini, Target Saham United Tractors (UNTR) Direvisi Naik ke Rp 30.600
“Target price ASII Rp 7.100 didapatkan dari valuasi SOP proyeksi tahun 2024, mengimplikasikan PER proyeksi 2024 sebesar 9 kali, PBV proyeksi 2024 sebesar 1,4 kali, dan EBITDA proyeksi 2024 sebesar 7,2 kali,” tulis Tim Riset BNI Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Selasa (5/12/2023).
Selain valuasi yang murah, saham ASII didukung oleh prospek bisnis mengkilap seiring proyeksi kenaikan harga komoditas dan penjualan kendaraan pada periode 2023, 2024 dan 2025.
Outlook lini bisnis inti Astra Group lainnya seperti Infrastruktur dan logistik, properti, serta divisi IT diyani juga dapat mengalami momentum pertumbuhan laba yang positif.
Baca Juga
Khusus bisnis otomotif, Tim BNI Sekuritas menyebut Astra diuntungkan oleh PDB/kapita Indonesia yang naik menjadi sebesar US$ 5.000 pada 2023. “Kami memperkirakan permintaan kendaraan roda dua dan roda empat (4W/2W) domestik dapat meningkat dengan CAGR 5% hingga 11% dalam rentang waktu 2022-2025,” ulas BNI Sekuritas.
Tim Riset BNI Sekuritas memperkirakan Astra tetap mempertahankan pangsa pasar yang menonjol sebesar 55% per tahun di segmen 4W pada 2023-2025, didukung oleh bukti bahwa grup ini telah mampu mempertahankan pangsa pasar dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini Toyota memiliki pangsa pasar terbesar dalam model hybrid. Di segmen 2W tim Research BNI Sekuritas juga memperkirakan Honda tetap mempertahankan posisi pangsa pasar yang kuat, sebesar 78% pada tahun 2023, dan akan kembali normal pada tahun 2024 dan 2025 menjadi masing-masing sebesar 77% dan 76%.
Sebagai catatan, pada periode September 2023, pangsa pasar Honda tercatat 78% dibandingkan dengan 74% pada akhir 2022. Secara keseluruhan tim BNI Sekuritas memperkirakan memperkirakan laba inti distribusi otomotif, dealer, dan manufaktur dapat meningkat dengan CAGR 17% pada kurun waktu 2022 -2025, sementara laba inti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dapat naik dengan CAGR 17% pada periode 2022 -2025.
Di sisi lain, BNI Sekuritas memperkirakan PT United Tractors Tbk (UNTR) akan memiliki outlook kembali normal dengan CAGR penurunan laba inti sebesar 14% pada periode 2022-2025. Hal tersebut disebabkan oleh normalisasi harga batu bara dan penurunan permintaan alat berat.
“Meskipun outlook untuk beberapa divisi bervariasi, secara keseluruhan, kami memperkirakan laba inti ASII dapat mengikuti tren pertumbuhan stabil sebesar -2% dan 3% YoY per tahun pada 2024 dan 2025, setelah peningkatan sebesar 9% yoy pada 2023,” ulas BNI Sekuritas.

