Saham Siloam (SILO) Dinilai Terlalu Murah, Sekuritas Ini Sebut Alasannya
JAKARTA, Investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa harga saham PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) saat ini dinilai terlalu murah, dibandingkan dengan potensi pertumbuhan kinerja keuangan dan emiten sejenis.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh mengatakan, Siloam telah berada di jalur yang benar untuk mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 41% tahun 2023.
Baca Juga
Sekuritas Ini Sebut 4 Faktor Penopang Prospek Saham Siloam (SILO)
Hal ini dapat dilihat atas keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 139,4% menjadi Rp 503 miliar pada semester I-2023, dibandingkan perolehan periode sama tahun lalu Rp 210. Raihan tersebut setara dengan 51,3% dari target tahun ini.
“Realisasi laba bersih semester I-2023 sudah setara dengan 51% dari target tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dari perolahan laba bersih MIKA dan HEAL berkisar 40-44% dari target tahun ini,” tulis riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Wall Street Terpuruk, Indeks Dow Jones Terperosok Hampir 400 Poin
Dengan realisasi laba bersih tersebut, menurut dia, harga saham SILO saat ini terlalu murah atau terdiskon terlalu besar, dibandingkan perusahaan sejenis di regional maupun perusahaan sejenis di dalam negeri.
“Dengan demikian, kami mempertahankan rekomendasi beli saham SILO dengan target harga Rp 2.200,” terangnya.
Saat ini, dia mengatakan, saham SILO ditransaksikan dengan perkiraan EV/EBITDA sekitar 9,5 kali tahun 2023 dan sekitar 8,7 kali pada 2024. Angka tersebut tergolong sangat murah, dibandingkan dengan EV/EBITDA sektornya sekitar 20,8 kali untuk target tahun 2023.
Baca Juga
Angka tersebut juga terlalu murah, dibandingkan dengan perkiraan EV/EBITDA saham MIKA sekitar 26 kali tahun 2023 dan EV/EBITDA HEAL mencapai 15,3 kali untuk proyeksi tahun 2023.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, strategi Siloam (SILO) memfokuskan menggarap segmen consumer kelas atas dan asuransi swasta bakal menopang pertumbuhan pendapatan pesat perseroan ke depan.
Target harga tersebut juga menggambarkan potensi peningkatan laba bersih Siloam (SILO) menjadi Rp 982 miliar tahun 2023 dan mencapai Rp 1,11 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 696 miliar. Sedangkan pendapatan diharapkan meningkat menjadi Rp 10,93 triliun pada 2023 dan senilai Rp 12,26 triliun pada 2024, dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 9,51 triliun.

