IHSG Sesi II Lanjutkan Kejatuhan 3,68%, Saham Bip Cap masih Berguguran
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi II, Senin (8/6/2026), dibuka anjlok sebanyak 203 poin (3,68%) menjadi 5.390. Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan penutupan sesi I.
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan seluruh pasar saham dunia, seperti pasasr saham Asia. Pelemahan juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor industry turun 4,10%, sektor consumer primer melemah 4,64%, sektor kesehatan 6,14%, sektor infrastruktur 5,70%, dan sektor keuangan 2,93%.
Baca Juga
Free Float Naik Jadi 25,7%, Chandra Asri (TPIA) Sebut Likuiditas Saham Akan Meningkat
Penruunan tersebut juga dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti TLKM anjlok 12,68%, MLPT turun 9,24%, MORA jatuh 7.02%, BREN melemah 3,06%, BBCA melemah 3,25%, BBRI melemah 4,38%, dan BBNI melemah 3,74%.
Sebaliknya saham dengan kenaikan harga pesat awal sesi II, yaitu STAR naik 22,76% menjadi Rp 356, OBAT naik 22,28% menjadi Rp 236, GRIA menguat 21,21% menjadi Rp 160, CBTN naik 19,68% menjadi Rp 7.450, dan TPIA mengaut 17,24% menjadi Rp 1.525.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup anjlok 532,61 poin (8,69%) menjadi 5.594. Penurunan tersebut menjadikan kinerja IHSG BEI yang terburuk di dunia pekan ini. Penurunan tersebut juga membuat nilai kapitalisasi pasar (market cap) IHSG BEI menguap Rp 922 triliun menjadi Rp 9.807 triliun.
Baca Juga
Mulai 1 Juni 2026 Ekspor SDA Lewat Satu Pintu, Danantara Jamin Kontrak Tetap Aman
Kejatuhan indeks ini juga dipicu atas pelemahan dahsyat saham big cap, khususnya sektor perbankan. Di antaranya, saham BBCA anjlok 10,96%, BBRI melemah 7,12%, TLKM melorot 8,91%, BRPT turun 23,71%, dan MORA anjlok 17,39%.
Penurunan tajam IHSG pekan sebelumnya juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor industry anjlok 13,32%, sektor energi melemah 10,32%, sektor material dasar turun 10,85%, sektor property 11,33%, sektor infrastruktur 11,62%, dan sektor keuangan 6,74%.
Selain turun tajam, pemodal asing ikut menekan IHSG BEI pekan ini setelah merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 7,38 triliun atau turun dari pekan sebelumnya mencapai Rp 12,34 triliun.

