Tembaga Mulia (TBMS) Rancang Stock Split 1:2
JAKARTA, investortrust.id – PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) berencana menggelar pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Aksi ini diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Corporate Secretary TBMS Erni Yunita Sari mengatakan, perseroan berencana memecah nilai nominal saham dari Rp 50 menjadi Rp 35 per saham, sehingga total saham perseroan meningkat dari semula 367,34 juta saham menjadi 734,68 juta saham.
Baca Juga
“Aksi korporasi tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham pada 26 Januari 2024,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/12/2023).
Perseroan menargetkan saham baru hasil stock split dapat ditransaksikan pada 16 Februari 2024. Sedangkan RUPSLB persetujuan aksi korporasi ini akan dilaknsakan pada 26 Januari 2024.
Baca Juga
Soal Kelanjutan Ekspor Kratom Dilarang atau Tidak, Ini Penjelasan Kemendag
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di BEI, saham TBMS ditutup di level Rp 1.965. Sedangkan rentang pergerakan harga saham TBMS sepanjang 52 pekan terakhir berada dalam level Rp 1.440-2.600.
Hingga September 2023, perseroan mencetak kenaikan pendapatan menjadi US$ 562,53 juta, dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu US$ 548,47 juta. Sedangkan laba tahun berjalan turun tipis dari US$ 4,76 juta menjadi US$ 4,43 juta.

