Permintaan Tinggi, Habco (HATM) Disebut Siapkan Akuisisi
JAKARTA, Investortrust.id - PT Habco Trans Maritim Tbk (HATM) disebut-sebut tengah melirik perusahan kapal untuk diakusisi, hal ini dilakukan untuk mendukung tingginya pertumbuhan kargo hilirisasi tambang. Aksi tersebut seiring dengan utlisasi kapal perseroan telah mencapai 100%.
Berdasarkan data keuangan hingga semester I-2023, perseroan membukukan lonjakan pendapatan 42,15% dari Rp 178,92 miliar menjadi Rp 254,34 miliar. Begitu juga dengan laba bersih periode berjalan melesat sebanyak 34% dari Rp 66,79 miliar menjadi Rp 89,52 miliar.
Baca Juga
Seorang sumber mengatakan bahwa permintaan armada kapal Habco (HATM) bertumbuh pesat dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan gencarnya hilirisasi tambang di Indonesia. Hal ini mendorong perseroan untuk menjajaki beberapa opsi seperti pembelian kapal, TC, sampai bahkan mengakuisisi Perusahaan Logistik Perkapalan lainnya demi meningkatkan kapasitas angkutnya.
Habco Trans sebelumnya telah menuntaskan pembelian satu unit Kapal bulk carrier dari Dyna Future Steamship (HK) Limited senilai Rp 240,68 miliar. Kapal bulk carrier yang dibeli pada 15 Maret 2023 dinamai HABCO ANKAA.
Selain faktor tersebut, sumber tersebut mengatakan, kinerja keuangan perseroan diprediksi bertumbuh pesat sejalan dengan utilisasi kapal perseroan telah mencapai 100% dan peningkatan margin keuntungan setelah terjadi kekurangan pasokan kapal pengangkut hilirisasi tambang di Indonesia.
Baca Juga
Fase Bullish IHSG Berlanjut, Pantau TLKM, BMRI, AVIA dan BIPI
Dampak dari tingginya permintaan pengangkutan, terang dia, terlihat dari lompatan kinerja keuangan perseoran hingga semester I-2023. Tren pertumbuhan tersebut diprediksi lebih pesat pada paruh kedua tahun ini setelah armada baru yang diakuisisi Maret 2023 efektif beroperasi.
Sedangkan dari sisi perdagangan saham, saham HATM telaha melesat dari Rp 298 pada akhir tahun 2022 menjadi Rp 312 pada perdagangan akhir pekan lalu. Bahkan, saham HATM menunjukkan penguatan signifikan dari Rp 228 akhir Agustus menjadi Rp 312 pada perdagangan akhir pekan lalu.

